Inilah Cara Mewujudkan Cintamu kepada Rupiah, “Cinta Rupiah = Cinta NKRI”


Salam Pecinta Rupiah,


Lah kok salamnya kayak gitu? Kayak yang mata duitan aja. Hehe Eits jangan salah dulu. Cinta disini bukan berarti mata duitan lho. Meskipun memang kita butuh duit juga sih hehe. Salam ini menandakan kecintaan kita kepada mata uang bangsa kita, yaitu RUPIAH.

Kok bisa?

Aku coba analogikan dengan pasangan. Pastinya setiap orang mempunyai pasangan. Kecuali yang jomblo hehe. Jika kita mempunyai pasangan hidup, apa yang akan kita lakukan kepadanya? Kita pastinya memperlakukan dengan sebaik mungkin. Melindunginya, merawatnya, dan pokoknya do everything the best for him/her. Betul, kan?

Nah, begitu juga dengan CINTA RUPIAH. Kalau kita memang cinta dengan rupiah, tidak mungkin kan kita merusaknya, mencoret-coret, dan membuatnya terlihat bagus seperti uang baru.

Owh iya, ngomong-ngomong kapan kalian terakhir memegang uang yang bagus? Let me guess. Kalau pas momen lebaran atau habis dari ATM kan? Pasti bener ya. Hehe Memang rata-rata uang yang bagus itu pas di hari bagi-bagi ampau atau habis narik uang di ATM. Sayangnya, setelah kita belanjakan biasanya uang kembalian bisa” beraneka ragam”. Mulai dari kelipet-lipet, coretan macam mural di dinding, atau lebih parah lagi uangnya sobek.

Aku dulu waktu kecil pas momen lebaran itu jarang banget uangnya dijajanin .Aku simpen di dompet dan tidak akan aku biarkan orang merusak uangku. Kalau ada yang lecek aku minta lagi sama ibu.

Bertahannya uang bagus di dompet kita paling berapa lama? Sebentar singgah di dompet lalu dapat uang dari orang lain yang lusuh mungkin sudah hal lumrah. Mungkin PR buat rakyat Indonesia juga sih terkhususnya blogger atau pegiat dunia digital untuk mengkampanyekan pentingnya mencintai rupiah. Disini aku juga lagi mensosialisakan pentingnya meningkatkan kecintaan terhadap rupiah. Khususnya uang kertas.

Tahukah kalian kalau nilai tukar rupiah terhadap dollar itu masih diatas angka Rp 13.000? Jangan dianggap remeh ya masalah ini. Dulu tahun 1998 kita pernah mengalami krisis moneter. Ngeri banget deh. Aku pernah ngalaminnya. Ketahuan deh umurku kisaran berapa. Waktu itu harga bahan pokok serba mahal, nilai tukar rupiah melambung tinggi, PHK dimana-mana, pengangguran meningkat. Jangan sampe deh ngalamin kayak gitu lagi.

DON’T DO THAT!

Aku melakukan survei dengan menggunakan kuisioner kepada teman-temanku. Ada yang mahasiswa, pekerja, freelance, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya. Karena aku sendiri butuh data dan bisa menyimpulkan bagaimana sikap masyarakat terhadap uang kertas rupiah.







Dari 56 orang yang mengisi kuisioner. Sekitar 28 orang sering dan pernah melipat uang kertas. Berarti bener banget, kan? Orang Indonesia masih melakukan habit yang sama. Tapi memang sih melipat uang kertas itu, khususnya mata uang dibawah Rp 50.000, sering kita masukin di saku celana. Jarang banget kita simpen baik-baik di dompet.

Kemudian kalau ditanya seberapa sering menstepler uang kertas tidak semuanya pernah melakukannya. Hanya dua orang yang sering dan sisanya 32 dan 22 orang masing-masing pernah dan belum pernah melakukannya. Aku juga bingung alasannya kenapa orang iseng menstepler uangnya. Mungkin karena ribet banyak uangkah? WOOWW.

Kalau menulis di uang kertas biasanya rata-rata orang pernah.Sekitar 27 orang pernah menulis di uang kertas dan 29 orang menyatakan belum pernah. Biasanya coretan di uang kertas itu “pelakunya” orang yang lupa bawa kertas dan harus mencatat hal penting seperti nomor handphone, meeting, dan contekan. Sayangnya uang kertas yang digunakan buat corat-coret itu uang yang sudah lecek tapi nantinya tetap bakal dibelanjakan. Miris, kan?

Gak kebayang kalau nanti pas di mini market kita ngasih uang yang ada tulisan “ketemu di jembatan layang jam 5”. Lalu kita kasih ke mbak-mbak kasirnya. Gimana kalau mbaknya itu baper terus bener datengin kita pas jam 5 di jembatan layang. Jangan tanya jembatan layang mana ya. Hayo gimana kalau kejadiannya kayak gitu. Aku lagi ngarang alias imajinasi berlebihan kok. Haha

Kalau meremas-remas uang kertas, melihat dari survey sih gak banyak yang ngelakuin. Ada 2 orang yang sering, 38 orang yang pernah, dan 16 orang yang belum pernah ngelakuinnya.

Apakah anda pernah membasahi uang kertas? Kurang kerjaan itu namanya. Teman-teman yang aku survey 25 orang belum pernah membasahi uang kertas. 31 orang pernah ngelakuinnya. Mungkin mereka yang pernah membasahi uang kertas itu dijadiin penelitian ngebuktiin uang asli atau palsu.

Meskipun kuisioner ini gak mewakili sikap masyarakat Indonesia seutuhnya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah masih banyak yang masih belum sepenuhnya cinta rupiah.

BENTUK CINTA RUPIAH

Sekarang kita bicarain AKSI CINTA RUPIAH. Gimana sih sebenarnya bentuk cinta rupiah yang bisa kita lakukan? Menurutku yang pertama dilakukan adalah :

Mindset. Kita atur dulu mindset untuk berubah dimulai dari diri sendiri. Secara kalau bahasa orang pesimis kan gini “Kita capek-capek jagain duit. Eh, tetap aja dirusakin sama orang lain.” Jangan kayak gitu yah berpikirnya. Kita harus berubah dari kita dulu.

Sharing. Kalau udah bener-bener memulai perubahan dari diri sendiri, sekarang coba lakukan langkah yang kedua ini. Habit kita udah bener. Kita mencintai rupiah dengan merawat dan tidak merusaknya. Kebiasaan yang kayak gitu harus atau kudu disosialisasikan. Semua hal yang bermanfaat wajib kita share. Apalagi buat mereka yang belum ngerti tentang pentingnya cinta rupiah.

Beberapa waktu lalu aku coba tanya langsung lewat Vlog tentang CINTA RUPIAH. Reaksinya beragam. Lebih lengkapnya bisa dilihat dibawah ini ya.
 
 
 

Seperti yang sudah aku lakukan lewat wawancara langsung dan survei di media sosial seperti grup whatsapp dan dibantu istri share ke grup rumpinya. Aku resume aja ya apa aja yang gak boleh dilakukan sama uang kertas rupiah.

1. Jangan dilipat
Uang kertas dua puluh ribu sampe serebu biasanya dilipet-lipet. Kalian pernah atau sering ya? Kali ini jangan deh. uang mesti disayang mulai dari sekarang mah. Kan namanya juga cinta. hehe

2. Jangan diremas
Ngeremas uang itu biasanya pas lagi marah (pengalaman) atau supir angkot yang suka ngelakuin gitu. Nah kalau gak mau dibilang kayak supir angkot, mendingan dibaikin deh duitnya. Kalo enggak, remas aja tuh uang logam. Kalau bisa patah, namanya tambahin jadi The Next Limbad. haha

3. Jangan distepler
Tega amat nih yang nge-steples uang kertas. Jangan sampai deh kita ikut-ikutan. Ngerusak kertas, kasihan kuku jarinya buat ngebuka, dan itulah ciri gak cinta sama rupiah.

4. Jangan dibasahi 
Kalau kehujanan terus kecebur got sih gak apa-apa. Kalau sampe sengaja ngebasahin uang kertas mah kelewatan itu. Mulailah cintai uangmu.

5. Jangan dicoret-coret
Keseringan banget nih kalau udah coret-coret uang kertas. Pake pulpen lagi. Emang kalau pake pensil bakal dihapus pake penghapus? Kebiasaan banget deh. Makanya mulai dari diri sendiri Stop Writing in your money! Mari sayangi uangmu, Tunjukkan kecintaanmu terhadap rupiah.



Ada bocoran lagi nih. Based on Surveyku, Masih ada yang belum tahu kalau misalkan ada uang rusak bisa dituker ke BANK. Baru tahu juga, kan? Hehe Ini beneran lho. So, periksa deh di dompetmu, mungkin bekas gorengan atau parkiran, kalau mau uangnya jadi bagus. Cepetan ganti ya. Haha

Saran dariku

Buat blogger, vlogger, atau pegiat dunia digital, cinta rupiah adalah salah satu bentuk cinta tanah air. Mencintai rupiah berarti mencintai tanah air kita Indonesia. Tulisan yang aku ikut sertakan untuk lomba CINTA RUPIAH ini adalah wadah ekspresi bagi blogger sepertiku sekaligus mengkampanyekan Cinta Indonesia. Buat yang belum tahu info lombanya, segera ke link ini. Lomba ini diselenggarakan oleh NET kolaborasi dengan Bank Indonesia.

Peran dari pegiat sosial macam blogger sepertiku adalah membuat artikel semenarik mungkin supaya bisa dicerna dan diaplikasikan oleh para pembaca. Begitupun vlogger dan pegiat dunia digital lainnya membuat konten yang kreatif dan unik sehingga pesan cinta rupiah bisa tersampaikan ke masyarakat.

Di sektor mahasiswanya, BI sendiri terjun langsung ke kampus-kampus dalam acara BI Goes To Campus. Dimulai dari Samarinda (Universitas Mulawarman), Yogyakarta (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Manado (Universitas Samratulangi), Surabaya (Institut Teknologi Sepuluh November), Bali (Universitas Udayana), sampai ke Padang (Universitas Andalas).
 
 

Okay terakhir, aku mau ngucapin :

Terima kasih ke NET dan BI sebagai penyelenggara Blog dan Video Competitionnya. Semoga makin banyak masyarakat yang makin cinta rupiah. 

Kepada Blogger, Vlogger, Penyanyi, Pengusaha, dan semua narasumber yang ikut serta hadir dalam roadshow BI Goes To Campus. Semoga ilmunya makin bermanfaat dan banyak menginspirasi para peserta, khususnya mahasiswa.

Terima Kasih

Salam Feriald

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.