Kereta Api Modern Tahun 2035, Sebuah Kemajuan Transportasi Indonesia di Masa Depan


Salam Ferial,

Berdasarkan Siaran Pers dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia 2017, masa depan demografi Indonesia sangat perlu diperhatikan. Kenapa? Karena Indonesia diperkirakan akan memiliki jumlah penduduk yang mencapai 300 juta orang di tahun 2035. Angka yang fantastis ini membuat Indonesia bertahan di urutan empat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Badan Pusat Statistik atau BPS juga mencatat faktor terbesar yang mempengaruhi membludaknya pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR). Meskipun TFR di provinsi DKI Jakarta, Jawa TImur, dan DI Yogyakarta terbilang cukup rendah, yaitu dibawah 2. Namun TFR per wanita usia subur (15-49 tahun) di sebagian provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Sumatera Utara masih menyentuh angka yang cukup tinggi, yaitu berada di atas 2,5.

Dalam mengantisipasi masa depan demografi Indonesia tersebut, PT Kereta Api Indonesia memiliki peluang untuk perbaikan dalam hal transportasi di masa mendatang. Terlebih lagi, kereta api adalah moda transportasi yang masih banyak diminati oleh semua kalangan. Bahkan menjadi pilihan utama ketika liburan panjang, mudik, atau bepergian ke luar kota.

PT Kereta Api Indonesia bersama anak perusahaannya juga berkolaborasi untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kesesuaian kebutuhan rakyat Indonesia di masa depan. Mungkin bagi yang sering menggunakan Commuter Line pasti merasakan kelebihan berkendara dibanding dengan bermacet ria di tengah ramainya ibu kota.

Tidak bisa dibayangkan jika PT Kereta Commuter Indonesia berhenti beroperasi barang satu hari saja. Bisa dibayangkan bagaimana macetnya Jabodetabek, bukan?


Sekedar informasi bahwa PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) mengubah nama dan logo perusahaannya. Nama PT KCJ berubah menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal September 2017 dan resmi tertera dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia nomor AHU-0019228.AH.01.02 tanggal 19 September 2017.


Menjawab Tantangan Kereta Api di Masa Mendatang


Lonjakan pertumbuhan penduduk di tahun 2035 memberikan arti tersendiri buat PT Kereta Api Indonesia. Yakni Inovasi dan kreatifitas mesti bersesuaian dengan kebutuhan penduduk. Ferial mencoba memberikan beberapa opsi ide untuk kereta api di masa depan.

“Mungkinkah DOUBLE DECK TRAIN diterapkan di Indonesia?”

Editing by Ferial
Yang paling cocok untuk kondisi Indonesia di masa mendatang adalah ide tentang kereta api dua tingkat atau double deck train. Tidak mungkin kan kalau memperpanjang gerbong sehingga solusi yang paling mungkin ( atau seharusnya) diterapkan di masa mendatang adalah DOUBLE DECK TRAIN.

Berkaca dari negara-negara sebelumnya (Belanda, Jerman, Swiss dan India) yang sudah menggunakan armada kereta api dua tingkat tersebut. Indonesia memang saat ini belum pernah ada kereta api dua tingkat tersebut. Namun, sangat relevan jika DOUBLE DECK TRAIN bisa segera direalisasikan untuk penduduk dan pencinta moda transportasi kereta api.

“Kereta Api Sering Tertahan di Stasiun Transit?”

Bagi yang sering memakai transportasi Commuter Line pasti sering mengalami kejadian tersebut. Biasanya Commuter Line banyak tertahan di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara. Solusi dari kejadian ini hanyalah penambahan jalur rel di stasiun-stasiun transit.

Memang wacana ini sudah dicanangkan oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro seperti yang dilansir detikfinance. Bapak Edi juga memberitakan tentang rencana peremajaan kereta yang sudah tua atau sekitar 51 % (800 an kereta) dari total jumlah kereta yang dimiliki sebanyak 1.564 unit.

“Kapan Indonesia punya SUPER FAST UNDER WATER TRAIN?”
Infografis by Ferial

Berdasarkan data verifikasi PBB bahwa Indonesia berhasil membakukan sebanyak 13.466 pulau. Namun jumlah tersebut terus bertambah mengingat ada pulau yang baru diverifikasi sepanjang 2016. Sehingga total pulau yang tercatat sekarang adalah sebanyak 14.572 pulau dan kemungkinan bertambah di tahun-tahun berikutnya.

Geografis Indonesia yang sebagian besar kepulauan tersebut merupakan peluang terobosan terbaru untuk industri perkeretaapian Indonesia. Mengingat juga selat di Indonesia yang berjumlah empat puluh tujuh (47) selat yang bisa diakses sebagai ide dalam pembangunan kereta api bawah laut.

Pertanyaannya APAKAH MUNGKIN INDONESIA MEWUJUDKANNYA? Mungkin itu pertanyaan pesimis yang dilontarkan oleh kalangan antipasti terhadap kemajuan Indonesia.


Bukankah dahulu pernah Napoleon tahun 1802 mengusulkan ide gila untuk membuat tunnel sebagai penghubung Inggris dan Perancis. Sehingga akhirnya tahun 1994 terrealisasi dengan pembangunan EURO TUNNEL yang menjadikannya sebagai tujuh keajaiban kontruksi modern terowongan. Dan bermula dari Ide gila inilah EURO TUNNEL menjadi pride bagi dua negara, yaitu Inggris dan Perancis.

Sekarang ketika sudah ada kemajuan teknologi, China tidak mau kalah dengan membangun kereta yang menghubungkan Pulau Dalian dan Pulau Yantai. Kereta canggih dengan teknologi Maglev berkecepatan 200-900 km/jam, tingkat vakum hanya sebesar 0,01 bar (setara dengan 50 km di angkasa), tingkat gesekan 0,2% sehingga menghilangkan 99% gesekan, dan tidak ada hambatan pergesekan mesin. SUNGGUH LUAR BIASA!

Berdasarkan referensi diatas, Ferial mencoba memberikan penawaran ide yang sangat relevan dengan kondisi geografis di Indonesia yang tergolong banyak pulaunya. Kereta Api Bawah Laut ini akan menjadi kebanggan rakyat Indonesia di mata dunia jika benar terrealisasi. Bahkan bisa jadi masuk Guiness Book Record untuk kereta api terbanyak penghubung antar pulau.

Sektor ekonomi, industrial, wisata, dan sektor lainnya bisa mendapatkan keuntungan dengan adanya UNDER WATER TRAIN di Indonesia.


“Kereta Api Luar Jawa, belum adakah?”

Warta kota (25/09/2017)  memberitakan bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan kereta api Trans Sumatera rampung pada tahun 2019. Ini merupakan strategi pembangunan nasional yang diutamakan oleh Presiden Jokowi.

Dalam Jangka waktu beberapa puluh tahun kedepan, pembangunan nasional di moda transportasi kereta api tidak hanya berpusat di Pulau Jawa. Tetapi juga Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, dan beberapa pulau kecil pun tersedia.

Sebagaimana kita tahu, dengan ber-keretaapi maka keamanan di perjalanan lebih bisa diwujudkan. Contohnya, resiko perjalanan darat dengan menggunakan bis atau kendaraan pribadi lebih rentan terkena kriminalitas : bajing loncat, perampokan, pencurian, dan lain sebagainya.

“Menyoal MRT, LRT, dan Kereta Cepat”

Pembangunan MRT dan LRT di Jakarta sedang dalam proses pengerjaan. Tahun 2018 diperkirakan bisa beroperasi. Pembangunan tahap satu MRT di Jakarta mengambil rute Lebak Bulus-Sisingamangarja-Bundara HI. Perlintasan ini terbagi menjadi  dua, yaitu Lebak Bulus-Sisingamangaraja menggunakan jalur layang sedangkan Sisingamangarja-Bundara HI menggunakan jalur bawah tanah.

Kemudian menyoal tentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kereta Cepat Jakarta Bandung yang sudah mulai turun surat izin trase. Regulasi tersebut akan lebih mempermudah untuk proses finishing pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia yang merupakan kerjasama Beijing Ya Wan HSR Co. Ltd dengan konsorsium dari empat BUMN yang salah satunya adalah PT Kereta Api Indonesia.

Di tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mendapati transportasi modern seperti MRT, LRT, dan Kereta Cepat di berbagai kota besar. Karena mengingat kota-kota besar sangat membutuhkan transportasi untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan menghindari kemacetan kota besar.

“Kereta Penumpang saja yang modern. Lalu, Kereta Barang Gimana?”
Sistem Manual Bongkar Muat

Ferial coba mengulas juga tentang kereta barang berdasarkan hasil interview dengan supir container. Ferial mencoba mengambil kesimpulan dari wawancara tersebut. Terutama keluhan ketika mereka membawa barang baik itu container, isotank, atau barang kemasan lainnya.

Suasana interview yang menyenangkan dengan supir container (Dok. Ferial)

Hal pertama yang mencolok dalam proses muat barang adalah sistem yang masih manual. Jika dipertahankan sistem tersebut maka secara otomatis proses muat barang tidak akan efisien dan memakan banyak waktu.


Melihat automatic system yang sudah dipraktikkan di negara-negara maju, bahwa controlling dengan sistem DCS akan sangat efektif dan bisa meminimalisir kecelakaan. Tidak ada kata terlambat dalam perbaikan sistem di kereta barang. Justru kereta barang inilah yang sering luput dari kita karena dianggap tidak menyangkut banyak orang. Padahal barang-barang yang dibawa di container tersebut jika sistem keamanan dan loading tidak baik maka akan berdampak ke banyak orang.

Kami biasa bongkar muat di Stasiun Kampung Bandan atau Tanjung Priuk. Tapi ya itulah kita harus bayar juga ke tukang yang bongkarnya.


Begitulah curhatan supir ketika harus mengeluarkan uang sebagai balas jasa “tukang bongkar muat”. Meskipun pungli seperti ini sangat dilarang. Sehingga jika sistem otomatis bongkar muat sudah terjalankan maka proses bongkar muat lebih cepat, aman, dan terhindar dari pungutan liar oknum.

Itulah gambaran ide tentang Kereta Api di Masa Mendatang. Semoga bisa dijadikan referensi dan bermanfaat untuk transportasi umum, khususnya dunia perkeretaapian Indonesia.

Salam Ferial

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar