Tentang Jodoh, Sehidup Semati atau Sehidup Sesurga?


Sebelum memulai membaca tulisan ini, mari kita beristigfhar terlebih dahulu. Bisa jadi kita terlalu banyak bersia-sia di dunia maya. Sehingga kita tidak sadar banyak fenomena aneh di dunia nyata, khususnya di negeri tercinta ini.

Hukum Newton III menyebutkan aksi sama dengan reaksi. Sesungguhnya setiap apa yang kita kerjakan pastilah ada timbal baliknya. Bahkan jauh sebelum itu pun Allah sudah menegaskan dalam Surat Al Zalzalah dalam dua ayat terakhirnya.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (QS. Al Zalzalah 7-8)

Wanita yang baik bersama dengan laki-laki yang baik. Itu sudah pasti dan janji Allah.


Jika kita merasa belum jadi orang baik. Bisa jadi perasaan itu hanya bisikan syetan untuk menghalangi kita menyempurnakan setengah agama. Karena sesungguhnya pernikahan adalah bencana bagi syetan.

Godaan syetan untuk melakukan hubungan yang tidak halal. Godaan syetan untuk melakukan kemaksiatan lainnya, akan tertutup sudah pintu syetan ketika sepasang manusia melakukan perjanjian yang suci.

Apalagi ikhtiar kita sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Ta'aruf, Khitbah, Nikah,Pacaran. Insyaallah berkah.

SEHIDUP SESURGA


Jodoh itu jika menurut SEO (Search Engine Optimization), sudah menjadi keyword abadi. Ia akan terus dicari sampai waktu kita dipertemukannya pasangan hidup.

Harap-harap cemas jika jodoh belum kunjung datang. Harap-harap cemas jika jodoh tidak sesuai dengan harapan. Penuh dengan kegelisahan.

Bagi yang mencari petunjuk Allah, gelisah itu seharusnya hilang.  Hanya berserah diri adalah kunci dari kegelisahan kita. Wajar sebagai manusia yang mempunyai fitrah seperti itu.

Dan justru karena kefitrahan itu kita harus mengembalikannya kepada Yang Maha Memiliki fitrah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Boleh jadi kita belum dipertemukan, gara-gara niat kita belum baik. Boleh jadi kita belum dipertemukan, gara-gara taubat dan hijrah kita belum baik. Atau boleh jadi tahajud kita kurang kencang.

Mencari yang ingin SEHIDUP SESURGA adalah penting dalam menentukan karakter pasangan. Karena dengan satu visi ke SURGA maka insyaallah bisa saling mengingatkan.

Kenapa saling mengingatkan? Karena tentu saja pasangan kita itu tidak sempurna. Mengingatkan adalah yang selalu diajarkan kepada sesama muslim, terlebih lagi dia adalah pasangan kita.

Dalam suatu frekuensi yang sama, amplitudonya pun akan teratur. Gerakan yang teratur dan terencana insyaallah menghasilkan hasil yang indah. Apalagi prosesnya dikelola bersama pasangan.

Mencintai adalah sikap menerima kekurangan dan selalu melihat kelebihan. Bukan sebaliknya, karena jika demikian maka timbullah masalah dalam keluarga.

Saya tidak mau panjang lebar dalam hal dunia parenting karena saya pun masih menikmati pacaran dengan pasangan halal saya. :)

Jadi, saya hanya berdo'a untuk bisa istiqamah di jalan Allah bersama istri dan calon generasi-generasi terpimpin yang mudah-mudahan Allah segera amanakan kepada kami.

Carilah yang SEHIDUP SESURGA. Jangan cari yang ingin SEHIDUP SEMATI. Kalo nanti setelah mati beda tujuannya gimana?

Wallahu'alam bis shawab.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar