Senin, 20 Februari 2017

KEBeragaman Keluarga Blogger Jakarta Versi 90-an

Sebagai generasi 90-an, saya beruntung menjadi saksi perkembangan kehidupan teknologi di Indonesia. Sewaktu SD merupakan pengalaman bermain yang luar biasa. Saya bisa bebas berekspresi dengan alam. Yang pastinya guyonan “masa kecil kurang bahagia” itu tidak melekat dalam diri saya.

Bermain bola di sawah, bermain lompat tali, dan berbagai permainan yang sudah susah ditemukan sekarang ini. Namun ketika beranjak ke SMP, saya mulai mengenal apa yang disebut internet. Internet selalu dihubungkan dengan tugas sekolah. Padahal buffering zaman itu susahnya minta ampun.

Disket seharga Rp 3500 sangat ingat di memori saya. Itulah yang menjadi awal mula saya mengenal internet. Sekaligus menjadi saksi berkembangnya bisnis warnet. Saya pun termasuk pelanggan setia warnet.

Ketika mulai masuk ke ranah dunia maya, saya merasakan dunia baru yang sungguh menyenangkan. Apalagi masa putih abu-abu (SMA) didukung dengan internet yang gratis di sekolah. Aktivitas berebut komputer di jam istirahat pun selalu kami lakukan.

Bel berbunyi bagi saya bukan berarti berlari menuju warung tetapi ke lab komputer!



Infografis Pengenalan Internet versi anak 90-an a.k.a Ferry :)

Masa-masa putih abu-abu sekitar tahun 2007 mulailah saya mengetahui gadget atau handphone. Meski saya masih menggunakan hape yang kuota smsnya pun hanya bisa menampung 20 inbox, tetapi dari sanalah saya mulai melihat sisi lain dunia internet. Yaitu internet sudah masuk ke hape..

Entah saya yang ndeso atau apa, yang pasti sekitar 2007 lah mulai booming INTERNET MASUK HAPE. Bisa jadi jauh sebelum tahun 2007 tapi mungkin karena sibuk bermain di sawah, jadilah perkembangan internet tidak terlalu update di otak saya.


CHATTING yang Tak Terlupakan


Satu hal yang selalu membuat saya senang ketika masuk ke warnet adalah CHATTING. Cuma anak 90-an yang memahami arti kebahagiaan dari CHATTING di zaman persawahan dulu.

Sign in di YM, lalu masuk room, langsung chat siapa aja yang aktif. Kebahagiaan di internet memang sangat menyita waktu tetapi mengikuti trend waktu dulu itu sangat menyenangkan. Meskipun chatting dengan bule yang kata pembukanya bukan salam tetapi ASL PLZ dan dibalas 17 Male Indonesia. You know lah “Tagline” seperti itu.

Infografis versi Ferry
Trend zaman SMA saya itu warnet dan game online. Cara membedakan orang yang penggila chatting dan game online itu mudah sekali. Jika seseorang itu pulang maghrib, berarti dia itu penggila chatting. Kalau seseorang itu tidak pulang-pulang, berarti dia itu gamer banget. Karena gamer tidak mengenal waktu. *joke


KULIAH HAPE CINA


Lulus dari zaman chatting, saya pun menjadi saksi terkenalnya hape cina. Murahnya hape cina menjadi warna tersendiri bagi perkembangan dunia teknologi. Dia menjadi solusi –terutama saya- bagi golongan ekonomi lemah yang menginginkan kemajuan teknologi.

Meskipun hapenya murah tetapi memang hapenya pun sesuai dengan harganya. “Double typing”, istilah yang saya pakai ketika mengetikkan pesan singkat namun display di layar muncul dua kata sekaligus. Ketik A muncul AS, ketik L tiba-tiba malah SEND, dan banyak lagi kejadian luar biasa lainnya di hape cina.

Begitulah zaman kuliah yang penuh dengan suka duka. Terlebih lagi bagian dari dukanya yaitu memiliki Hape Cina Double Typing.


MELEK INTERNET


Setelah menjadi Fresh Graduate alias Jobless alias Pengangguran. Saya mulai bermimpi mendapatkan hape yang canggih. Tapi definisi canggih itu seperti apa? Saya pun sebenarnya tidak tahu sebelum melakukan browsing dan FAQ kepada teman-teman yang sudah memiliki hape android.

Ya zaman setelah lulus kuliah sekitar tahun 2012 adalah masa kejayaan android dan masa keruntuhan hape cina.

Pixel Kamera? Salah satu definisi hape canggih itu mempunyai kamera yang bagus. Minimal mempunyai kamera 5 MP. Itu sudah memenuhi intensitas ke-selfie-an pemuda masa kini.

Memori internal? Sekarang sudah banyak yang memakai memori internal 16 GB. Memori internal yang sudah melekat di hape dan tidak perlu untuk menambahkan lagi memori eksternal. Kecuali jika pengguna merupakan selfie oriented yang memakan banyak memori, dia harus menambah setidaknya 64 GB kapasitas memori tambahan.

OS? Bagi yang berada di kalangan atas, pastinya lebih memilih iOS. Tetapi untuk kalangan atas ke bawah atau sales smartphone android, lebih baik memilih android untuk OS nya. Kenapa? Pertama jika anda sales smartphone android dan menggunakan iOS sebagai Operating Systemnya, anda akan dicap pengkhianat. *joke lagi

Kualitas Internet? Nah, sepertinya kecanggihan hape untuk  zaman sekarang adalah kualitas internet. Percuma hape pakai kamera 20 MP tapi internetnya lemot. Percuma punya memori internal 128 GB tetapi ketika dipakai streaming selalu buffering. Percuma pakai android atau iOS tapi internetnya masih 2G.


Perbedaan Internet Generation (sumber : anggieagustriansyah.wordpress.com)


KEBeragaman dalam Keluarga Blogger Jakarta


Menjadi bagian dari dibentuknya suatu komunitas adalah suatu kebanggan tersendiri bagi saya. Meskipun Keluarga Blogger Jakarta adalah komunitas blogger yang masih belum genap setahun. Tetapi komunitas ini didirikan berdasarkan KEBeragaman tetapi punya satu kesamaan yaitu Blogging.

Komunitas ini mulai berkembang dengan cepat. Mengawali pertemuan empat orang di Kota Tua Jakarta. Kemudian bertambah menjadi 80 orang member sampai sekarang merupakan pencapaian yang tidak terbayangkan.

Dengan maraknya HOAX dan artikel yang negatif, komunitas ini concern bagaimana menciptakan konten positif. Sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jakarta khususnya bisa mendapatkan konsumsi berita, artikel, pengetahuan, dan informasi yang layak konsumsi.

Keluarga Blogger Jakarta pun melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak dari vendor. Kerja sama dalam menciptakan branding atau sekedar sharing sudah menjadi rutinitas dari aktivitas para member Blogger Jakarta.



Kolaborasi bersama PIKKO Group (dok. Blogger Jakarta)
Nyatanya, dengan kualitas internet yang canggih bisa memaksimalkan peranan kami sebagai Komunitas Blogger Jakarta. Tidak dipungkiri bahwa senjata utama bagi Blogger adalah internet anti lemot, 4G LTE.

KEBeragaman dalam komunitas ini sangat banyak faktor. Dari segi usia ada diantaranya sezaman dengan saya, generasi 90-an. Ada juga yang generasi keemasan, 20-an. Dari segi tempat pun Komunitas Blogger Jakarta memiliki member dari tempat yang berbeda-beda, tidak hanya dari Jakarta.

Dari Tangerang, Cikarang, Depok, Bekasi, Bogor, dan pastinya Jakarta. Semuanya berkumpul menjadi satu dalam KEBeragaman untuk menciptakan hidup yang lebih berarti. Peran kami adalah menulis untuk kebaikan. Konten positif adalah fokus kami dan selalu menjadi perhatian utama dalam dunia blogging.

Saya sebagai bagian dari Keluarga Blogger Jakarta mengucapkan Selamat kepada Kumpulan Emak Blogger (KEB) yang sudah berusia 5 tahun. Semoga kita bisa bersinergi untuk menciptakan fondasi blogging. Selalu meningkatkan konten positif, kegiatan positif, dan sharing positif.

Saya pun percaya dalam persaingan dunia maya kedepan yang ditopang kualitas internet yang makin canggih maka akan menghasilkan kehidupan yang lebih bermakna. Kenapa? Karena dengan makin banyak KEBeragaman di negeri ini maka semuanya akan terasa mudah dengan jangkauan internet yang canggih dan terjangkau.

#XtraKEBeragaman
#XL4GLTE

2 komentar:

  1. Wah di kota besar rame ya,di tempat saya jarangsekali ada blogger, orangnya pada lari ke Jakarta. Sebenrnya kalau mau lebih kreatif, kita pun bisa mandiri di desa, dan gak ngebak ngebaki Jakarta yang sudah sesak

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mas mahmud. dari daerah mana mas asalnya? Nah gebrak desa lewat blogging lebih bagus mas. hehe

      Hapus