Selasa, 31 Januari 2017

Jangan HOAX dalam Mencintainya

NO HOAX
Jika tidak siap untuk menikahi, jangan coba menyampaikan cinta kepada wanita. Karena cinta yang tak tersampaikan dengan akad hanyalah HOAX.

Jika tidak siap untuk dinikahi, jangan coba memberi HOAX kepada laki-laki. Karena percayalah kecewa laki-laki yang tegas setia berniat menikahi itu teramat kuat amarahnya. Meskipun ia hanya diam.

Pantas saja penyair Khalil Gibran mengatakan "Cinta hadir atas kecocokan jiwa" Sekalipun ia hanya bertemu sesaat bukan atas pendekatan yang tekun. Dia akan tumbuh bersama asalkan jiwanya "klop".

Kemudian saya coba menggali bagaimana cinta itu tumbuh. Ternyata yang menumbuhkannya adalah ketaatan kepada Sang Maha Cinta.

Allah adalah tujuan kita mencintai makhluk-Nya. Karena menerima kelebihan dan kekurangan pasangan jika tanpa nama Allah akan berakhir dengan sia-sia.

Cinta yang visioner. Fokus terhadap apa yang akan kita berikan setelah menikah. Bukan Apa yang kita inginkan setelah menikah. Karena sejatinya keinginan duniawi tidaklah berharga dari sehelai sayap nyamuk pun.

Itulah yang diajarkan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Bukan berarti kita mencintai dunia tetapi memfokuskan akhirat dalam menapaki dunia ini itu lebih diprioritaskan.

Mencintai untuk beribadah.
Mencintai untuk berbakti.
Mencintai untuk berkah.


Adakalanya kita dilema dalam menentukan pasangan. Menunggu adalah hal yang paling meresahkan untuk kalangan wanita. Meragu adalah penyakit para laki-laki.

Namun sejatinya yang menyebabkan kegaduhan cinta adalah syetan. Ia sengaja memperlambat ibadah seorang hamba.

Jangan dibuat susah tentang jodoh. Apabila sulit menentukan jodoh, saya mau memberikan ciri-ciri jika seseorang itu jodohmu atau bukan.

Ciri-cirinya adalah Dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Sebenarnya segala yang berhubungan dengan ibadah itu mudah. Cuman kita saja yang membuatnya menjadi susah. Kita selalu kalah dalam perang melawan diri sendiri.

Ketika ada seseorang yang serius denganmu, terus libatkan Allah dalam prosesnya. Jangan kedepankan ego dan fokuslah dengan visi pernikahan. Pastinya juga kedepankan masalah agama. Insyaallah pasti tenang dan nyaman setelahnya.

Kemudian keterlibatan Allah akan menunjukkanmu kedalam setiap prosesnya. Jika kemudian orangtua dan calon mertua memudahkan, lalu apa yang membuat kita menunggu?

Fisik? Bukankah itu hanya sementara.

Harta? Bukankah itu hanya sementara.

Untuk para laki-laki, jika akhwatnya memudahkanmu alias menerimamu (dengan kodenya), LANJUTKAN! :D

Untuk para wanita, jika ada ikhwan shalih melamarmu (dengan beraninya), TERIMALAH!

Namun saya mencoba mengingatkan (berdasarkan pengalaman). Jika memang tidak berniat untuk melaksanakan ta'aruf, jangan pernah memberikan harapan kepada seseorang. Itu menunjukkan ketidakseriusanmu!

Karena menikah itu bukan hal coba-coba.


Coba persiapkan hati dan tekad yang matang sebelum proses ta'aruf. Kalau perlu coba katakan pada diri sendiri,

"Siapapun yang menjadi jodohku kelak, jika dia bisa bersama-sama mencintai Allah. Bersama-sama menjalankan visi misi pernikahan yang barakah. Maka aku akan lanjutkan sampai ke pelaminan. Aku berserah diri padaMu, Ya Allah"

Kalau sudah menikah itu, ketenangan dan kebahagiannya tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Hanya hati yang mewakilinya. So, segerakanlah atau berpuasalah wahai kawan-kawanku...

Salam ExJomblogger!

0 komentar

Poskan Komentar