Jumat, 09 Desember 2016

Mimpi Basah --> Mandi Basah

(Barakallahu laka shoot by Ferial)
Sejatinya kita yang sudah dewasa tentunya melewati masa-masa pubertas. Pria ditandai dengan sudah pernahnya mengalami mimpi basah. Perempuan dimulai dengan masa haidnya.

Namun dikalangan kita, terkhusus muslim, masih banyak yang belum tahu tata cara mensucikan diri setelah mimpi basah. Ingat lho bukan asal keramas aja!

Kalau yang pernah mengalami pendidikan pesantren, pastinya diwajibkan mengetahui tata cara mandi wajib/mandi jinabah/mandi basah. Meskipun saya bukan alumni pesantren-hanya alumni pesantren kilat-tapi itu justru membuat saya semangat menggali ilmu "wajib" yang diketahui oleh kita yang sudah masuk akil baligh.

Saya akan mengutip Tata Cara Mandi Wajib atau Mandi Jinabah dari sumber yang insyaallah terpercaya dan jadi rujukan kita semua sebagai muslim. Berikut tahapan-tahapannya :

1. Niat dalam hati

2. Membaca Basmallah
Hendaknya memulakan dengan basmalah sebelum mandi wajib. Ini berdasarkan hadits yang dibawakan Abu Hurairah r.a., Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya. Al-Albani menilai hadis ini hasan.

3. Mencuci telapak tangan terlebih dahulu tiga kali
Kemudian mencuci telapak tangan dahulu sebanyak tiga kali berdasarkan Riwayat Bukhari (I/369 no. 256) dan Myskim (I/253 no. 316-317) yang dibawakan oleh Aisyah dan Maimunah r.a.

4. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri
Tempat yang berhadats dibersihkan dahulu dengan dicuci pakai tangan kiri. Ini sesuai dengan lanjutan hadis Aisyah dan Maimunah. Bukhari meriwayatkannya seperti disyarah dalam Fathul Baari (I/368 no. 257 dan 259) dan Imam Muslim (I/253 no. 316 dan 317).

5. Membersihkan tangan kiri
Pada zaman Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam caranya dengan digosokkan ke tanah lalu dibilas dengan air. Hal ini masih berdasarkan riwayat Aisyah dan Maimunah diatas. Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahd Al Qahthanu dalam Thuhurul Muslim menyebutkan bolehnya hal ini digantikan dengan air dan sabun.

6. Berwudhu dengan sempurna
Caranya boleh dengan berwudhu seperti ketika akan melaksanakan shalat berdasarkan hadis Aisyah yang dikeluarkan Bukhari sebagaimana disyarah dalam Fathul Baari (I/360 no. 248, 383) dan Muslim (I/253 no. 316, 317). Atau boleh juga berwudhu dengan membasuh kaki di akhir rangkaian mandi berdasarkan hadis Maimunah yang ditakhrij Bukhari sebagaimana tersyarah dalam Fathul Baari (I/360 no. 249).

7. Menyelai rambut dan menyiram kepala
Lebih lanjut Aisyah r.a. Dalam hadis yang ditakhrij Bukhari (I/369 no. 258) dan Muslim (I/255 no. 318) membawakan tata cara menyiram kepala yang biasa dilakukan oleh Rasulullah. Yakni hendaklah dimulai dari bagian kanan, kemudian bagian kiri, lalu disempurnakan dengan mengguyur bagian tengah. Sedangkan dalam kasus mandi setelah haid, diperintahkan untuk membuka rambutnya agar terpastikan air membasahi kulit kepala dan rambutnya.

8. Meratakan air ke seluruh tubuh
Ketika mandi air harus diratakan ke seluruh tubuh. Perlu diperhatikan nantinya bagian-bagian lipatan tubuh seperti ketiak, selangkang, dubur, lekuk-lekuk tubuh, dan lipatan jemari. Disunnahkan untuk memulai dari bagian kanan dan disunnahkan juga menggosok. Ini masih berdasarkan hadis Aisyah dan Maimunah yang ditakhrij oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

9. Bergeser dari tempat semula dan membasuh dua kaki
Sebelum membasuk kedua kaki hendaknya bergeser dari tempat semula. Sesudah itu basuhlah kedua kaki mulai dari yang kanan. Afdhalnya adalah kata Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthani, jika air mandi yang tersisa di tubuh tidak dilap dengan handuk. Oleh karena itu mandi jinabah sering disebut mandi basah.

Sembilan cara mandi jinabah atau mandi wajib atau mandi basah diambil dari Buku Salim A Fillah dalam bukunya yang berjudul "Baarakallaahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta".

Semoga bisa bermanfaat semuanya. Jadi mimpi basah belum lengkap tanpa mandi basah. Hehe

Semoga setiap kita bisa mensucikan diri bukan hanya dari hadats tetapi juga dari dosa-dosa yang menyelimuti diri.

Mangga di share jika bermanfaat. Bagi kawan-kawan yang membutuhkan buku-buku yang menambah wawasan islami, Silakan kunjungi Fans Page Muslim Identitiy Corner.

0 komentar

Poskan Komentar