Kamis, 08 Desember 2016

Blogger Arif : Konten Bermutu bukan Sampah

Blogger Peminat Bola (dok. Ferial)
Blogger pada dasarnya adalah seorang penulis. Ia mengejawantahkan pikirannya ke suatu bentuk yang bernama blog, sebuah tempat berlabuhnya segala yang ada di otaknya. Baik itu tentang religi, politik, bisnis ataupun yang lainnya terserah blogger itu sendiri. Mereka bebas berkreasi.

Sebagai blogger ataupun peserta lomba penulisan pastinya kalian pernah menemukan syarat dan ketentuan lomba : dilarang menuliskan artikel yang berbau SARA, Pornografi, ataupun Kekerasan. Pernah kan?

Yang berbau atau mengarah ke SARA saja tidak boleh apalagi yang jelas-jelas SARA. Dan saya kira dimanapun itu sekalipun bukan kelasnya lomba, konten yang berbau SARA itu tidak diperbolehkan.

Kecuali mungkin komunitasnya memang terdapat forum SARA. Seperti misalkan kaskus sebagai forum diskusi, kalau tidak salah dulu banyak sekali diskusi disana terkhusus tentang SARA.

Wikipedia pernah mengategorikan SARA menjadi tiga bagian, yaitu individu, institusional, dan kultural. 

Tiga kategori tersebut merupakan subjek pelaku SARA. Individu yang jelas-jelas memberikan statement tentang SARA, seperti contohnya yang terbaru ketika Cesc Fabregas berbicara kepada Fernandinho sewaktu pertandingan Manchester City vs Chelsea

"You should have been on that plane, Nigger!"


Begitulah contoh kecil perilaku SARA berbentuk ucapan.

Kemudian institusional adalah perilaku suatu instansi atau bahkan negara yang melakukan tindakan SARA. Misalkan pemerintahan Myanmar memberikan kebebasan kepada aparat polisi untuk membumihanguskan muslim etnis Rohingya di Myanmar.

Yang terakhir adalah berbentuk kultural. Yaitu berupa penyebaran mitos, ide, atau sistem yang jelas diskriminatif terhadap kaum atau suku lain.

Yang intinya adalah SARA adalah tindakan kejahatan yang sudah diakui dunia baik itu berupa ucapan, tulisan, ataupun perbuatan.

Yang paling berbahaya dari SARA


Ungkapan berupa tulisan ataupun lisan yang menyentuh ranah agama atau bahkan menyudutkan nilai-nilai agama maka sangat jelas dilarang.

Mana ada penganut agama yang rela kepercayaannya diinjak-injak oleh suatu individu atau komunitas abal-abal yang kerjanya hanya cari sensasi lewat isu SARA.

Jika anda telah mengetahui Jaringan Islam Liberal dengan persepsi yang selalu mendiskreditkan islam maka coba hati-hati dengan pemikiran yang menyimpangnya.

Yang saya masih tidak fahami sampai sekarang adalah mereka yang ada didalamnya adalah muslim lho!. Kenapa bisa seenaknya menafsirkannya dengan logika manusia bukan dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bahwa nash yang agung bukan apa yang ada di otak mereka tetapi ayat suci yang sudah digariskan kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Kembali kepada judul (meskipun sedikit melebar pembahasannya) bahwa blogger yang arif selalu menempatkan kontennya pada tempatnya. Bermutu atau bermuatan sampah adalah penilaian orang lain.

Jika tidak bisa diterima dengan logika terkait pernyataan saya, karena mungkin sebagian kita lebih nyaman dengan logika nalarnya. Maka saya coba paparkan dalam suatu logika cerita.

Jika ada seorang siswa jurusan Tata Boga melakukan presentasi tentang resep makanannya dihadapan siswa Teknik Komputer Jaringan. Apa kata dunia?? Bisakah dikatakan dia mempresentasikan "sampah"?

Ya bisa jadi! karena dia bukan berada di golongannya. Jika memang dia berambisi menularkan jiwa kechefannya, mbok ya mikir-mikir dulu panjenengan! Orang yang ngerti Komputer mau dikasih resep telor ceplok?

Semoga kita semua menjadi blogger yang arif. Menjadi blogger yang bisa dipertanggungjawabkan semua tulisan kita di yaumul akhir nanti. Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa dewasa bersikap dan kokoh dalam beragama.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin



0 komentar

Poskan Komentar