Masa Depan Blogger Jakarta

Gathering Blogger Jakarta di Monas
Komunitas memang sangat berarti untuk semua orang. Disanalah kita bisa belajar. Disanalah kita bisa berkembang. Dan disanalah pula kita mengenal kebersamaan. Namun, rasanya komunitas tidak akan berjalan jika tidak mempunyai kompas atau arah tujuan.

Ketika berbicara tentang komunitas budaya, maka jelas komunitas itu mempunyai arah tujuan yang jelas untuk mengembangkan budaya. Saya pernah mendengar komunitas dolanan di Yogyakarta yang melestarikan permainan anak zaman dulu sehingga anak-anak bisa bermain dengan bahagia dan tidak tergerus arus modernitas, seperti gadget addicted, game online, dan  lain-lain.

Dan selayaknya sebuah komunitas, tentu ada tujuan bersama yang kita pegang. Terlebih lagi komunitas yang heterogen, penuh dengan keberagaman suku, agama, ras, dan faham yang berbeda-beda. keheterogenan anggota dalam suatu komunitas adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dirubah dan tidak bisa dipaksakan oleh satu kepala.

Namun satu hal yang harus selalu kita ingat adalah jangan sampai komunitas yang heterogen dipaksakan untuk homogen. Contohnya, pada komunitas pelukis jika ada anggota yang hobi menulis maka dia tidak bisa memaksakan dirinya untuk selalu menulis. Tetapi dia pun harus bisa menyesuaikan dengan tujuan bersama di komunitas pelukis, yaitu dengan melukis meskipun melukis hanya sebagai minat bukan bakat. Itulah konsekuensi ketika dia bergabung dengan komunitas pelukis.

***
Tentunya sistem dalam komunitas akan berjalan jika adanya tujuan. Ketika tujuannya sudah bisa kita sepakati, maka dengan sendirinya anggota didalamnya menaati dan bergerak bersama menuju satu tujuan tersebut. Itu adalah komitmen bersama dan sekaligus upaya filterisasi dari hal-hal yang berseberangan.

Saya pun teringat dengan konflik internal Blogger Jakarta yang mengharuskan ketuanya lengser dan digantikan oleh wakil ketuanya. Momen yang tidak terlupakan oleh Blogger Jakarta. Sekiranya waktu itu tidak ada tulisan yang menyinggung ranah agama dan menjadi viral di Blogger se Indonesia, mungkin saya pun bersikap biasa saja.

Tapi ya sudahlah. Jadi pembelajaran saja dan selanjutnya kita harus move on. Seheterogen-heterogennya suatu komunitas, jika ada suatu faham yang sangat berbahaya (seperti islam liberal, fitnah, aliran sesat) maka kita harus menjauhkannya. Karena orang pada umumnya melihat sesuatu yang jelek dibandingkan dengan sesuatu yang bagusnya.

Apalagi sebagai ketua merupakan representatif dari suatu komunitas. Namanya juga berpendapat, saya pun bebas berpendapat. Namun berpendapat pun ada batasnya karena masuk ke ranah agama perlu kehati-hatian bukan asal tafsir logika manusia belaka.

Jika saja faham liberal itu tidak menyinggung agama atau hal sensitif lainnya maka saya akan bersikap “bodo amat”. Namun nyatanya faham liberal sudah keterlaluan, buktinya ada Jaringan Islam Liberal dengan tokoh-tokohnya sudah “pabaliut” otaknya. Tokoh JIL seperti Ulil Abshar, Lutfi Asy-Syaukani (Founder Platform blog Qureta), Sahal, dan banyak lagi yang membuat saya beruntung mengenal mereka lebih awal sebagai upaya proteksi diri dari pemahaman mereka yang tidak cocok dengan saya. Saya harap anda pun sepakat. :D

** *
Masa Depan Blogger Jakarta ditentukan nanti tanggal 27 November 2016. Agenda pemilihan ketua baru Blogger Jakarta semoga memberikan kemaslahatan bersama dan menentukan arah tujuan Keluarga Blogger Jakarta yang sebenarnya.

Konflik adalah hal yang biasa dalam organisasi tergantung bagaimana setiap anggota menyikapinya. Karakter bangsa Indonesia adalah mudah lupa akan sejarah. Bisa jadi konflik internal kemarin dilupakan oleh blogger se-Indonesia, namun tidak untuk pelaku sejarah (Blogger Jakarta).

Mari selanjutnya kita menyamakan tujuan kita untuk menentukan kemana kita berjalan. Apa yang harus dilakukan bersama demi kebaikan Blogger Jakarta.

Namun, seperti namanya, Blogger Jakarta adalah sebuah komunitas yang seharusnya menciptakan atmosfer blogging beserta lapisan-lapisan didalamnya. Keluasan atmosfer blogging inilah yang seharusnya menjadi arahan kita bersama untuk menjadi seorang blogger.

Entah itu mau blogger amatir atau serius menjadi blogger profesional, keduanya merupakan hak-hak tiap orang. Namun setidaknya fondasi dasar sebuah komunitas blogger harus dibangun bertahap dan tentunya tidak secara instan.

Fondasi dasar organisasi seperti AD/ART, policy komunitas, dan kredo komunitas memang harus disiapkan. Berat sih memang dan tidak mudah membuat AD/ART dan perangkat dasar lainya. Namun, Keluarga Blogger Jakarta adalah bayi yang baru lahir di riuhnya dunia blogger di Indonesia. Perlu suplemen dasar untuk menjadikan fondasi ini kuat dan selalu terberdayakan kedepannya dalam masalah blogging.

Saya termasuk blogger yang amatir dan minim pengetahuan ke-blogging-an. Tidak heran saya sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan “konyol” di komunitas. Keingintahuan saya tentang blogging adalah salah satu alasan bergabung dengan Keluarga Blogger Jakarta.

Semoga Keluarga Blogger Jakarta selalu Inovatif dan Kreatif!

Terima kasih.

Salam Jomblogger.


Related Articles

5 komentar:

  1. Inovatif dan Kreatif pesannya itu lho..mantepp..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah biasa aja itu mah pesannya. gkgkgk

      Hapus
  2. Balasan
    1. SSSttttt jangan keras-keras mas.. :D

      Hapus
  3. Hahahhahaha Semoga dapat jodoh sesama blogger mas biar kren

    BalasHapus