Semangat Wirausaha Generasi Milenial Bersama TM Agung Podomoro, Asyik dan Untung!




Salam Ferial,

Dewasa ini, Generasi Milenial sedang mengalami umur yang produktif. Usia Generasi Milenial sekarang berkisar antara 23 tahun sampai dengan 37 tahun. Populasi Generasi Milenial yang sudah mencapai 1,8 milyar tersebut menjadikan perputaran roda ekonomi berada pada tangan mereka.

Identitas yang melekat pada generasi ini adalah digitalisasi ekonomi. Tidak ada manusia pada generasi ini yang tidak melek teknologi. Hampir seluruh Generasi Milenial menyadari pentingnya teknologi, meskipun hanya sekedar bermain-main dan bahkan menjadikan teknologi sebagai kebutuhan sehari-hari.

Mereka yang aware terhadap perkembangan teknologi akan segera mengambil peluang di era ekonomi digital ini. Katakanlah seperti Mark Zuckerberg yang kini berumur 32 tahun, sebagai pendiri Facebook melahirkan platform media sosial yang berhasil diciptakan untuk Generasi Milenial. Bukan hanya Generasi Milenial ternyata generasi X pun banyak yang menikmatinya.

Kemanapun Generasi Milenial pergi atau sekedar nongkrong, gadget pasti lekat dengan mereka. Sehingga dimanapun kopi daratnya, haruslah sesuai dengan kriteria Generasi Milenial.


Kopi Darat Generasi Milenial

Tidak semua manusia di Generasi Milenial addicted terhadap gadget. Terkhusus di Indonesia ini, banyak pemuda yang dengan penuh kesadaran bahwa gadget hanya dijadikan sarana atau jembatan untuk kumpul bareng. Karena nyatanya tidak semua agenda kegiatan bisa dilakukan online. Sesekali perlu diadakan kopi darat atau kopdar.

Banyak anak muda melangsungkan pertemuan bersama komunitasnya tidak dalam forum online. Kopi darat atau forum offline dinilai masih memiliki value lebih dibandingkan dengan chat di grup media sosial. Karena dalam pertemuan tatap muka bisa menghasilkan putusan yang konkret, efektif, dan mendapat nilai kebersamaannya.


Yang menjadi masalah sekarang adalah tempat kopi darat Generasi Milenial itu seperti apa?

Infografis by Ferial
Dalam hal ini ada empat kriteria yang cocok untuk dijadikan tempat nongkrong Generasi Milenial

Wifi. Namanya juga di era digital, poin pertama ini pasti menjadi poin utama. Meskipun koneksi internet di gadget masing-masing sudah terpenuhi, tetapi rata-rata orang akan mencoba dan menggunakan wifi ditempat kopdar tersebut. Betul kan? Menjadi kepuasan tersendiri bagi pelanggan jika sinyalnya lancar, koneksinya tidak putus-putus, dan download pun tidak lelet.

Beda halnya jika wifi di tempat kopdarnya tidak lancar, serba putus-putus, dan untuk download pun butuh berjam-jam. Apalagi jika di tempat tersebut tidak ada koneksi wifi. Sudah jelas pasti akan memilih tempat lain.

Instagramable. Ketika bepergian ke suatu tempat, pasti kebanyakan orang mengabadikan momen terbaiknya. Baik itu disimpan dalam memori hape atau yang paling mungkin adalah membagikan ke media sosial instagram.

Meskipun media sosial foto ada beberapa macam, tetapi terbukti instagram adalah aplikasi yang applicable dan digandrungi oleh Generasi Milenial seperti sekarang ini. Sehingga kriteria utama lainnya dalam memilih tempat nongkrong adalah instagramable.

Kuliner. “Makan gak makan asal kumpul”. Rasanya lirik lagu ini kurang tepat dijadikan acuan untuk generasi sekarang. Hehe Karena sebenarnya generasi sekarang ini sangat butuh untuk ngumpul plus kuliner. Tempat kumpul dan jajanan yang memadai akan sangat disukai. Apalagi jika ngumpulnya itu tidak sebentar, pastilah membutuhkan asupan nutrisi juga. Hehe

Strategis. Strategis disini lebih tepatnya adalah mudah dijangkau oleh segala transportasi. Letaknya juga tidak terlalu terpencil. Tidak mungkin kan tempat nongkrong itu nyempil di sudut kota. Benar-benar tidak cocok untuk Generasi Milenial sekarang ini.

Strategis disini juga diartikan fasilitas tempat ibadah tersedia. Terutama untuk muslim karena percuma saja fasilitas wifi kenceng, instagramable, kuliner tersedia, lokasi terjangkau, tetapi mushola atau tempat ibadah tidak terjaga bahkan tidak ada. Faktor ini pun menjadi faktor yang tidak boleh dilupakan.


Ekonomi Digital vs Trade Mall


Infografis by Ferial

Pangsa pasar offline semakin mulai ditinggalkan. Zaman digital sudah merambah ke sektor ekonomi. Seiring dengan datangnya Generasi Milenial menambah peningkatan yang signifikan terkait pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Pertumbuhan Eknomi Kuartal II Indonesia menginjak di angka 5, 18%. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2016 saja Indonesia berkembang ekonominya mengalahkan Singapore, Thailand, dan Malaysia. Konsumsi rumah tanggga menjadi penyumbang terbesar, yaitu sebesar 55,23 %.


Digitalisasi Ekonomi di era Milenial. Inilah yang menjadi peluang emas bagi pihak Trade Mall untuk beradaptasi dengan kondisi sekarang ini.

Pangsa pasar online harus juga menjadi concern Trade Mall. Sehingga persaingan di era digital akan terus ada dan bisa meningkatkan roda perekonomian negara.


Roda Ekonomi di Tangan Generasi Milenial


Karakter dari Generasi Milenial adalah serba bisa, individual, berpikir global, berpikiran terbuka, dan wirausahawan.


Rentang usia 23 – 37 tahun adalah “makhluk ekonomi negara” yang sedang membangun ekonomi global yang lebih kreatif dan terbuka. Generasi Milenial adalah penentu maju mundurnya ekonomi suatu negara saat ini.

Generasi Milenial seharusnya sudah menyadari bahwa sektor retail di Indonesia menjadi peluang besar yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi saat ini pemerintah sangat mendorong industri berbasis kreatif dan retail.

Trade Mall yang cerdas adalah Trade Mall yang mengikuti perkembangan zaman digital dan pastinya menguntungkan.


Trade Mall (TM) Agung Podomoro melihat peluang yang bisa dimaksimalkan menjadi usaha bersama yang menguntungkan. Jakarta menjadi basis utama TM Agung Podomoro. Kenapa? Karena Jakarta merupakan Pusat Trendsetter Life Style, Industri Kreatif, dan Perdagangan. Juga faktor ibu kota menjadi lahan “renyah” bagi setiap wirausaha untuk berbisnis.


Kenapa Trade Mall Agung Podomoro

Infografis by Ferial

Dari berbagai Mall yang tersedia di Indonesia mengapa Generasi Milenial harus memilih TM Agung Podomoro? Jawabannya karena MENGUNTUNGKAN.


Hidup di zaman Ekonomi Digital, TM Agung Podomoro merangkul bukan hanya pangsa pasar offline tapi juga meramaikan di pangsa pasar online. Jika jarak menjadi halangan maka sentuhan “satu klik” bisa berhubungan mudah dengan TM Agung Podomoro. Semua itu demi terpuaskan pihak usahawan atau pembeli di era digital.

Adapun ciri khas yang tidak akan ditinggalkan meskipun sering berbelanja online adalah budaya tawar-menawar, pilih-pilih barang, sampai dengan ngotot-ngototan dengan sesama pembeli. Semua itu bisa dirasakan dengan belanja di TM Agung Podomoro. Apalagi dengan mengusung MODERN STYLE seperti Harco Glodok yang merupakan salah satu dari delapan proyek TM Agung Podomoro.

Seperti tadi dari awal dijelaskan budaya ASYIK dan MENGUNTUNGKAN harus tetap diprioritaskan untuk Generasi Milenial saat ini. Ruko Multi Usaha seperti yang berada di Season City dan Mangga Dua Square bisa dimanfaatkan oleh Generasi Milenial sebagai pelaku usaha. Semangat berwirausahausaha bersama TM Agung Podomoro bisa menjadi lebih kreatif dan bernuansa kekinian juga pastinya MENGUNTUNGKAN.

Bukan hanya Ruko Multi Usaha yang bisa dikelola, banyak sektor yang ditawarkan untuk berwirausaha bersama TM Agung Podomoro. Seperti Alat Elektronik, Hardware, busana muslim, dan sektor lain yang MENGUNTUNGKAN.

Kemudian perbedaan yang paling mencolok dengan Mall lain adalah Trade Mall Agung Podomoro memberikan HAK MILIK SATUAN RUMAH alias Ownership dan aset tersebut tersertifikasi. Sedangkan Mall lain hanya berupa hak sewa dalam jangka waktu tertentu. Sehingga jika di Mall kisaran biaya sewa ini menjadi cost tetap sedangkan di TM Agung Podomoro menjadi hak milik.

Keamanan dan kenyamanan menjadi keunggulan lainnya TM Agung Podomoro. Transaksi bisa aman dan memberikan kenyamanan kepada pelaku usaha dan mitra pembeli. Sehingga aset yang dikelola dan penghasilan pun serta merta akan meningkat.

Berbagai Pilihan Trade Mall yang Menguntungkan
Sekilas tentang TM Agung Podomoro. TM Agung Podomoro mengambil area strategis di Jakarta dan Balikpapan. Ada sembilan Proyek TM Agung Podomoro, delapan di Jakarta dan satu di Balikpapan. Lalu dibagi menjadi empat bagian, yaitu Trade Mall, Tools Market, Trend Mall, dan Textile Market.

Trade Mall antara lain : Mangga Dua Square, Blok M Square, dan Plaza Balikpapan

Tools Market antara lain : LTC Glodok, Harco Glodok, dan Plaza Kenari Mas

Trend Mall antara lain : Season City dan Thamrin City

Textile Market antara lain : Blok B Tanah Abang


Trade Mall mempunyai keunggulan masing-masing.

Edit by Ferial (Source web agung podomoro)

Season City. Berlokasi dekat dengan Bandara Soekarno Hatta. Season City merupakan Pusat Gem Stone, Ballroom + Function Hall, dan Bursa Mobil. Season City juga memiliki Hotel Amaris juga Ruko Multi Usaha. Season City juga merupakan Sentra Fashion dan Batik.

Thamrin City. Hanya berjarak 100 meter dari Bundaran HI, Thamrin City menjadi sangat strategis. Selain itu juga jika ingin mendapatkan Batik, Oleh-Oleh Haji yang lengkap dan Busana Muslim, maka Thamrin City merupakan pilihan yang tepat. Ada juga disediakan Ladies Market dan Dubai Street untuk memuaskan pembeli.

Mangga Dua Square. Trade Mall yang dekat dengan tempat hiburan ini memiliki hotel Novotel, IBIS Styles, Hotel Neo, dan Hotel Amaris. Mangga Dua Square  juga terdapat Service Center Elektronik, Ruko Multi Usaha, dan sebagai Pusat Batik dan Pusat Bahan.

LTC Glodok memiliki kekhasan sebagai Pusat Alat Teknik, Safety, Alat Elektronik, dan Pusat Alat Berat. LTC Glodok adalah Pusat Bisnis Glodok yang juga terdapat Fave Hotel.

Harco Glodok. Trade Mall yang strategis ini punya kekhasan sebagai Pusat Elektronik, Peralatan Keras, Alat Teknik. Trade Mall ini bisa dibilang unik karena desainnya yang modern.

Blok B Tanah Abang. Berada ditengah-tengah Pusat Grosir Tanah Abang menjadikannya sebagai Pusat Tekstil dan Garmen TERBESAR Se-Asia Tenggara.

Blok M Square. Berdekatan dengan Terminal Blok M, Trade Mall ini merupaakan Pusat Fashion, Pusat Perdagangan Emas, dan juga Bursa Mobil.

Plaza Kenari Mas. Trade Mall ini merupakan Pusat Lampu, Tols dan Hardware, Alat Elektronik, Peralatan Rumah Tangga, dan Sanitary.

Plaza Balikpapan. Pusat Grosir terbesar di Kalimantan Timur ini terletak ditengah pusat kota. Plaza Balikapapan merupakan Pusat Trade Mall Keluarga yang terkoneksi langsung dengan Mall Balikpapan


Trade Mall Asyik dan Menguntungkan


Generasi Milenial bersinergi dengan TM Agung Podomoro menghasilkan simbiosis mutualisme dalam ekonomi. Kreatifitas dan cara berpikir bebas ala Manusia Milenial digabung dengan TM Agung Podomoro yang unggul dan untung. Sehingga dipastikan kolaborasi ini sangat menguntungkan roda perekonomian negara.

Semangat berwirausaha Generasi Milenial semakin masif dengan didukung kemudahan, kenyamanan, dan keuntungan bermitra dengan TM Agung Podomoro.

Dari mulai generasi X, Y, dan Z bisa menikmati keuntungan belanja di TM Agung Podomoro.

Apakah Anda “Sang Milenial”?

Apakah Anda ingin “Makin Untung”?

Apakah Anda berjiwa wirausaha?

Segeralah Kobarkan Semangat Berwirausaha Bersama TM Agung Podomoro.

Pengalaman Pertama Memakai Oli Motor Matic Federal Oil, Lebih Bandel euy!


Salam. Ferial kali ini mau sharing pengalaman tentang motor yang ditinggal mudik sehingga performanya sangat turun (rd : mogok). Waktu itu motor saya ditinggal selama dua minggu untuk mudik ke kampung halaman. Awalnya mau mudik memakai motor tapi karena khawatir istri sedang hamil muda. Jadi, saya putuskan untuk tidak membawa motor dan terpaksa motornya ditinggal selama dua minggu.

Prediksi saya ketika nanti balik lagi ke tempat perantauan, hal pertama yang pasti dipikirkan –setelah bayar kontrakan- adalah service motor. Alhasil, benar juga motor selama satu jam diulik-ulik sampai kaki saya pegel untuk menyalakan motor ternyata tidak kunjung nyala. Bahkan tanda-tandanya pun tidak ada.

Setelah lama berkonsultasi ke tetangga, mungkin dia merasa kasihan satu jam nongkrong depan rumah melihat saya berkutik dengan motor matic jadul. Akhirnya saya bawa ke bengkel dengan derek manual tanpa bayar alias dorong dengan sisa-sisa tenaga menuju bengkel terdekat.

Motor tiba di bengkel (Foto by Ferial)

Saya sampaikan keluhan ke mamang bengkel kemudian dengan rasa percaya dirinya mencoba menyalakan motor saya. Dengan pengalaman ribuan kali mengatasi motor mogok, motor matic jadul saya pun secara ajaib nyala. Penelitian mamang bengkel membuktikan bahwa selang anginnya ternyata pecah. Dalam hati saya pantas saja tidak mau nyala. Hadeuuh!

Karena sudah lama tidak ganti oli motor. Saya pun mencoba request lagu, eh request oli maksudnya, untuk sekalian mengganti oli yang sudah lama belum saya ganti. Mamang bengkel pun segera memberikan oli motor matic yang saya request dengan sebelumnya menawarkan harga sesuai dengan harga pasar tanpa BPJS. Hehe
Oli Federal Matic 30 siap dimasukkan (Foto by Ferial)
Setelah itu saya pun menyaksikan mamang bengkel mengeluarkan oli motor yang sudah hitam lekat dan diganti dengan oli motor yang masih bening bin kinclong.
 
"Sebenarnya menggunakan oli motor federal adalah pengalaman pertama saya karena biasanya saya biasa saya menggunakan oli biasa. Keluhan ketika memakai oli biasa yang sering dirasakan adalah mesin motor yang gampang panas. Tentu hal itu sangat mengganggu performa motor saya."

Tidak sampai sepuluh menit pun motor sudah siap digunakan. Rasanya senang sekali melihat motor yang sudah lama ditinggal mudik menjadi pulih kembali. Saya juga penasaran dengan Federal Matic 2x Revolusi Dingin jika dipakai motor matic saya yang jadul.

Saya belum merasakan perubahan yang berarti karena saya tidak langsung tancap gas karena masih di gang. Hehe Meskipun saya sangat ingin tahu perbedaan dengan oli yang saya pakai seperti biasanya.

Setelah keluar dari gang, saya merasakan sesuatu yang beda. Tunggangan saya pun merasa lebih nyaman dan 2x lebih efektif. Motor seperti terbang ke angkasa menembus planet bekasi. Hehe lebay. Yang pasti motor saya serasa lebih ringan tarikannya. Mungkin ini awalan dari performa federal oil matic.

Setelah saya bawa berkeliling kota, di  track lurus pun 2x lebih kencang dari biasanya. Secara kan sudah lama dipakai dan kalau ada perbedaan kecepatan pasti ada sesuatu yang meningkat atau menurun. Jujur, saya bawa dengan kecepatan 60 km/jam pun lebih kencang dari biasanya. Ibaratnya mah lebih ringan. Hehe

Motor matic kan dikenal dengan lincahnya, apalagi di jalur macet. Body yang kecil dengan akselerasi yang lebih bagus daripada motor gigi, membuat motor pun bisa gesit menghindari kemacetan. Bisa dikatakan motor matic saya 2x lebih bandel. Dengan didukung oli motor terbaik baru yang saya pakai, lincah bin bandelnya pun gak ketulungan. Keren euy!
 


UTAMANYA ADALAH MESIN


Nah ini dia yang saya tunggu perbedaannya, yaitu mesin motor. Luar biasanya ini oli federal bisa membuat mesin motor saya tidak cepat panas ketika perjalanan jauh. Meskipun motor jadul yang sudah tidak bagus lagi. Tapi ini benar-benar perubahan yang sangat keren. Federal Matic 2x Revolusi Dingin sudah teruji dari pengalaman saya.

Saya sendiri tidak tahu -dari sisi ilmiah- apa yang membuat Federal Matic “berbeda” dengan oli lainnya. Setelah saya telusuri dari website federal oilnya. Maka didapatlah penjelasan tentang keunggulan federal oil.
 
Infografis by Ferial & Source from Federal

ISO Polymerized Synthetic Base Oil. Teknologi menghasilkan 3 keunggulan yaitu ; Kestabilan viskositas pada temperatur tinggi, kestabilan viskositas pada akselerasi yang tinggi, dan kestabilan viskositas dalam menjaga lapisan di permukaan tetap optimal. Sehingga kestabilan viskositas tersebut bisa menjaga mesin tetap dingin, menjaga suara mesin tetap halus dan tetap stabil untuk pemakain jarak jauh.

Double Act Cleaner. Teknologi ini berfungsi mengikat kotoran/deposit secara kuat sehingga kotoran tidak menempel di dinding/permukaan logam. Mesin yang lebih bersih menghasilkan performa mesin menjadi lebih optimal.

Spesifikasi dari oli federal itu sendiri sebagai berikut (based on federaloil.co.id)
 
Table by Ferial & Source from Federal
Nah, setelah di compare antara pengalaman dan sisi ilmiahnya. Jadi tidak heran Federal Oil Matic 2x Revolusi Dingin merupakan solusi untuk motor matic supaya 2x lebih efektif, 2x lebih kencang, dan 2x lebih bandel.

Selamat mencoba dan bagikan pengalaman pertamamu untuk merasakan perbedaan yang luar biasa. Federal, Dingin euy!

 

Barakallah


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirahmanirrahim. Teruntuk ikhwatifillah yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk mengikuti seleksi BANTUAN ALUMNI ini saya ucapkan terima kasih. Adapun yang berhak menerima adalah murni dari penilaian tim seleksi. Berikut adalah penerima bantuan alumni untuk ADK POLBAN 2017.

1.Abdul Fattah Ismail
2.Raihan Fajar Nugraha
3.Sadan Fitroni
4.Sariwulan
5.Yeni Yulianti

Barakallahu kepada semua yang menerima bantuan. Adapun tahap selanjutnya adalah tahap penyaluran akan diinformasikan sesuai dengan jadwal dan kondisi yang ditentukan. Sekali lagi saya ucapkan jazakallah kharian jaza untuk semuanya.

Note : Bagi yang termasuk lima orang diatas bisa lanjut komunikasi via WHATSAPP atau SMS untuk penyesuaian jadwal penerimaan bantuan.

CP : Ferry Aldina (085213204898)

Sharing Kajian Subuh Ustadz Adi Hidayat, Lc di Masjid Al Azhar Bekasi


Alhamdulillahirabbil’alamin. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk kita mencari ilmu, terkhusus ilmu agama. Semoga dengan ikhtiarnya kita mencari ilmu, semakin dimudahkan jalan kita menuju surga Allah. Karena Nabi Muhammad Shalallahu’Alaihi Wasallam, dalam riwayat Muslim, menjanjikan bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh mencari ilmu maka akan dimudahkan jalannya menuju surga.

Insyaallah kali ini saya akan sharing seputar kajian subuh yang diadakan di Masjid Al Azhar Jakapermai, Bekasi. Karena kebetulan Akhyar TV (Ustadz Adi Hidayat adalah Pengasuh media dakwah tersebut) maka saya akan coba berbagi dengan apa yang saya tangkap dari kajian beliau.

Saya berangkat dari daerah Jatimulya sekitar pukul 04.15 WIB menuju Masjid Al Azhar dan sampai sekitar pukul 04.35 WIB. Normalnya ditempuh dengan waktu tempuh 45 menit tapi karena takut gak kebagian sholat subuh berjama’ah jadi saya tancap gas. Alhamdulillah sampai sana sebelum kumandang adzan. Masya Allah sesampainya disana banyak sekali jama’ah yang berdatangan untuk Subuh berjama’ah mungkin juga hendak menghadiri kajian ilmu dari Ustadz Adi Hidayat.

Setelah memarkirkan motor, ternyata saya langsung bertemu dengan beliau. Beliau mencopot sandalnya, saya pun mengikutinya di belakang. Tepat di belakang saya. Hehe Asa kumaha kitu ningali ulama dipayuneun asa adem gitu lah manah teh. Maklum lah saya wong ndeso jadi liat public figure ngerasa seneng.

LANJUT KE KAJIAN..


Ustadz Adi Hidayat membuka kajiannya dengan mengulang ayat yang dibacakan imam ketika shalat subuh. Imam sholat subuh membacakan akhir dari Quran Surat Hud dan disambung dengan Quran Surat Yusuf di ayat pertama.

Ada tiga pesan yang disampaikan ketika mendalami bacaan imam tadi.
Pertama. Pesan menjaga sholat dengan benar. Karena berdasarkan ayat 114 Surat Hud dijelaskan bahwa jika sholatnya benar maka akan melahirkan kebaikan dan menghapuskan keburukan. Juga dalam QS Al Ankabut ayat 65 bahwa sholat yang benar akan menghapuskan kemunkaran.

Beliau menambahkan bahwa jika kita benar melaksanakan sholatnya. Maka dari ujung kepala sampai kaki akan respon untuk tidak melakukan kemaksiatan. Itulah efek dari benarnya sholatnya kita.
Kemudian contoh sederhana jika sholat kita sudah benar. Misalkan ketika setelah sholat subuh kemudian keluar rumah untuk olahraga pagi, melihat aurat yang tidak sengaja terlihat, maka mata kita akan refleks untuk menolaknya dan menghindarkan pandangan kita darinya.

JIKA YANG TERJADI MALAH SEBALIKNYA mungkin berkata “Ah gak apa-apa kan pandangan pertama itu kan tidak dosa.” Nah itu sepertinya ada yang harus diperbaiki dalam sholatnya. Seperti pada Surat An Nur ayat 30 sebagai seruan untuk menjaga pandangan bagi laki-laki dan ayat selanjutnya ayat 31 sebagai sruan untuk menjaga pandangan bagi wanita.

Kedua. Kalau orang sholatnya baik maka komunitasnya akan dilindungi oleh Allah. Berdasarkan Quran Surat 7 ayat 96 dikatakan bahwa orang yang menjaga keimanan dan ketakwaan maka akan diberikan keberkahan di daerah tersebut. Dibukakannya pula keberkahan dari langit dan bumi. Jadi dua poin yang harus dipegang agar hidup kita berkah adalah IMAN DAN TAQWA.

Ketiga. Jaga kebaikan, janga sampai terpecah belah. Perbedaan adalah sesuatu yang biasa terjadi di kehidupan ini. Yang dibutuhkan adalah harmonisasi karena Allah menyebutkan dalam Surat 30 ayat 19-20, kita diciptakan dari bahan yang sama sehingga tidak selayaknya kita terpecah-pecah. Allah mewanti-wanti bagi orang yang sengaja memecah belah maka disediakan neraka Jahannam untuknya.

Sekitar 30 menit Ustadz Adi Hidayat menjelaskan PROLOG dan belum sampai ke tahapan kajiannya. Tetapi baru sampai prolog pun, subhanallah luar biasa ilmu yang didapat. Pemaparan yang jelas, muhasabah diri yang kena banget, dan tamparan keras buat pribadi yang belum istiqamah belajarnya.
Kajian kali ini adalah kajian tentang KITAB AL MAJMU, ditekankan bahwa yang dijelaskan bukan kitab yang karangan Imam Nawawi. Tetapi AL MAJMU disini adalah kumpulan hadits yang dulu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengumpulkan sekitar 40 orang sahabat di rumah Arqam bin Abi Arqam.
KITAB AL MAJMU tersebut memuat lima bagian.

Bagian pertama adalah keutamaan menuntut ilmu. Berisikan tentang rumus motivasi sebelum belajar. Bahkan bagian pertama ini adalah OBAT PENANGKAL MALAS bagi para penuntut ilmu. Sehingga dianjurkan untuk membaca beberapa haditsnya sebelum memulai belajar untuk penambah semangat.

Ada yang paling “ekstrim” ketika membaca bagian haditsnya untuk mengingatkan
apakah kita sudah tergolong orang yang baik sehingga kita sudah bisa meninggalkan majelis ilmu?
Pernah juga diceritakan dalam pengalamannya ketika Ustadz Adi Hidayat mengisi kajian di Serang. Jama’ah yang datang sekitar 10.800 orang. Dan Masya Allah yang menarik perhatian beliau adalah banyak yang difabel yang mengikuti kajiannya.

Ada yang pakai kursi roda, ada yang pakai penyangga, dan banyak lagi yang “memaksakan” diri hendak menuntut ilmu. Karena mereka mempunyai ghirah yang kuat dalam menuntut ilmu. Kita yang sehat-sehat saja, diberikan fisik yang kuat untuk berjalan kaki, lalu kendaraan yang bisa dipakai kemana saja. Apakah kita tidak tergerakkan hatinya untuk lebih semangat menuntut ilmu?

Bagian kedua adalah cara menuntut ilmu. Dalam Surat Al Anfal ayat kedua, ciri orang yang beriman adalah jika dibacakana ayat-ayat Al Quran maka bergetarlah jiwanya, tanpa sengaja bisa saja mengucurkan air matanya. Apakah kita seperti itu setiap kali sholat? Minimalnya apakah hati kita terasa ada yang bergejolak mendengar kalam-kalam Allah?

Bagian ketiga adalah cara menjaga ilmu. Orang pintar itu, kata Ustadz Adi Hidayat dengan mengutip beberapa sumber, bukan orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Melainkan orang-orang pintar adalah ia yang dengan ilmunya bisa mengantarkan untuk beramal dengan baik.

Contohnya, jika kita sering membaca bahkan hafal doa masuk masjid dengan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu. Kemudian dilanjut dengan keluar masjid sambil memijakkan kaki kiri terlebih dahulu. Jika memang dia mengetahui ilmunya (dalam hal ini doa dan adab ke masjid) maka ilmunya itu akan membimbingnya, jadi tidak ada yang dalam satu waktu masuk masjid dengan kaki kanan tapi hendak keluar dengan kaki kanan juga. Berarti ada yang salah dengan belajarnya. Perlu diperbaiki lagi karena ilmunya tidak mengantarkannya untuk beramal dengan baik.

Bagian keempat adalah Menempatkan prioritas pembelajaran dan amal.

Bagian kelima adalah aplikasi Imam Nawawi. Menurut Ustadz Adi Hidayat, aplikasi ilmu yang dilakukan oleh Imam Nawawi ini jarang ditemui sekarang-sekarang ini. Kecakapan Imam Nawawi dalam ilmunya didapat dari kebiasaan beliau belajar. Dan di Indonesia ini, menurut Ustadz Adi Hidayat, Pak Habibie ada kemiripan dalam aplikasinya. Berdasarkan biografi Habibie yang beliau baca, Pak Habibie tergolong orang yang susah untuk keluar rumah, rajin baca buku. Itu contoh kecil dari keteladanan Profesor Habibie.

Dalam kesempatan Subuh tanggal 8 Juli ini, beliau menjelaskan tentang bagian kedua dari KITAB AL MAJMU. Perlu waktu yang lama untuk mendalaminya namun beliau menjelaskan tentang bagian kedua ini berdasarkan beberapa dalilnya yaitu QS Ad Dzariyat ayat 56, QS 58:11, QS 9:122, QS 98:5, dan QS 96:1-5.

Kajian Ustadz Adi Hidayat ditutup dengan cerita inspiratif dari Umar bin Khattab.  Dan cerita ini sangat bermanfaat untuk keluarga atau bisa dikatakanlah ada ilmu parenting di dalamnya.

Umar adalah sosok yang tergolong cerdas di kalangan sahabat. Umar merupakan ayah yang visioner. Umar tidak mau kalah dengan sahabat lain yang membesarkan anaknya supaya menjadi pembesar di kalangannya, banyak ilmunya, dan bermanfaat untuk umat.

Diceritakanlah seseroang Abbas yang mempunyai anak Abdullah atau Abdullah bin Abbas atau kita mengenalnya Ibnu Abbas. Abbas ini seorang pengusaha sukses, sangat sibuk dalam berdagang, namun tidak lupa untuk membekali ilmu untuk anaknya. Jadi ketika weekend atau hari liburnya, Abbas mengantarkan anaknya ke majelis ilmu Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Abbas ini merupakan sosok penghafal Quran dan hafal sekitar 2000 hadits. Alhasil dari strateginya dengan menempatkan anaknya ke majelis rasul sedari kecil, Abdullah bin Abbas hafal sekitar 2200 hadits. Lebih banyak dari bapaknya! Subhanallah.

Tidak mau kalah, Umar bin Khattab memiliki strategi lain. Beliau membeli rumah yang berhadapan dengan Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Jadi anaknya yang bernama Abdullah, sama dengan anaknya Abbas, jadi Abdullah bin Umar ini bisa mendapati ilmu sedari Nabi berangkat keluar rumah, cara beliau berjalan, dan aktivitas-aktivitas beliau ketika hendak menuju majelis ilmu. Seperti yang kita tahu, dari hasil “strategi” Umar ini, Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar berhasil menghafal hadits sebanyak 2800 hadits. Masya Allah!

Diceritakan pula di kalangan sahabat itu  ada suami istri yang bernama Malik dan Malika. Kedua suami istri ini mempunyai anak yang bernama Annas. Annas bin Malik ini mempunyai “strategi” lain dalam menjemput ilmu untuk anaknya. Orangtuanya langsung memberikan ke Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan minta diangkat sebagai PELAYAN RASUL. Dengan kata lain strategi Malik ini mempunyai strategi yang lebih bagus daripada Umar dan Abbas. Akhirnya Annas bin Malik bisa lebih “mengenal” Nabi dari dekat karena tinggal satu rumahnya dan diberikan keberkahan yang banyak karena banyak membantu Nabi semasa hidupnya. Allahuakbar!

Begitulah kita harus mencontoh strategi-strategi para orangtua untuk mendapatkan ilmu. Mereka tidak hanya belajar untuk mencari ilmu tetapi juga menyiapkan generasi. So, menikahlah. Hehe
Tapi ini serius kalau kita tidak menikah bagaimana kita bisa menyiapkan generasi penerus kita? Juga apa yang kelak nanti kita banggakan sepeninggal kita? Apakah ada keturunan kita yang bermanfaat untuk umat? Atau minimalnya ada lantunan doa ampunan kepada kita di sepertiga malamnya?

Semoga kita menjadi generasi yang dibanggakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Wallahu’alam bis shawab.

***
Note : Tulisan diatas murni dari hasil catatan pribadi. Mohon maaf jika ada kesalahan. Murni dari kekeliruan dalam mendengar dan menulis isi kajiannya.

Work Engagement vs Turn Over

 
Dalam suatu hubungan profesional, baik itu dalam perindustrian, akademisi, ataupun wirausaha pasti akan berkaitan dengan employee relations. Employee relations atau hubungan karyawan sangat berpengaruh kepada kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. Mindset sekarang mengenai karyawan bukan tentang hanya mempekerjakannya tetapi bagaimana membuat karyawan bisa menjadi aset berharga yang dimiliki perusahaan. Sehingga pencapaian-pencapaian yang menjadi target bersama akan dirasakan keterlibatan oleh semua pihak, terutama karyawan itu sendiri.
 
Namun sayangnya pola pikir tentang karyawan sebagai aset berharga tidak dimiliki semua perusahaan atau organisasi. Tidak heran banyak karyawan mempunyai keluhan bermacam-macam. Seperti halnya kita temukan banyak alasan klasik ; “tidak betah”, “kurang berkembang”, “mencari gaji yang lebih baik”, dan lain sebagainya. Itulah beberapa alasan yang dibuat karyawan untuk pindah kerja atau resign. Dengan kata lain, Turn Over yang demikian itu sudah menjadi masalah utama dalam dunia profesional. Lalu siapa yang disalahkan?
 
Sebelum jauh mengenai solusi turn over, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa itu work engagement. Saks (2006) mengutarakan keterikatan karyawan dengan pekerjaannya atau yang disebut juga dengan work engagement adalah suatu kondisi atau derajat yang menunjukkan seberapa besar seseorang benar-benar menghayati peran kerjanya.
 
Dalam bahasa sederhana, jika karyawan tidak “engaged” dengan pekerjaannya maka akan mengakibatkan kemungkinan besar turn over. Engaged karyawan itu sendiri bisa dilihat dari dalam dirinya ataupun dari luar dirinya.
 
Emosional Personal dengan pekerjaan sangat mendukung rendahnya turn over pada suatu perusahaan. Kesehatan psikologis yang menyangkut tentang keterlibatan dirinya, tersampaikannya ide, kemampuannya berkembang, dan hubungan dengan rekan kerja tidak bermasalah.
 
Sedangkan faktor dari luar yang membuat karyawan bisa “engaged” adalah benefit yang bisa didapat ketika ia sedang bekerja. Ada beberapa benefit yang bisa dijadikan contoh seperti tunjangan kesehatan, jabatan, rumah, dan lain-lain.
 
Dua faktor ini beririsan dengan penelitian yang dilakukan Schaufeli dan Bakker pada tahun 2003.  Bahwa work engagement berhubungan dengan kesehatan karyawan yaitu rendahnya tingkat depresi atau stress. Selain itu work engagement juga dikatakan berhubungan dengan sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya, seperti kepuasan kerja, komitmen, organisasi, dan rendahnya tingkat turn over karyawan, serta dapat mempengaruhi organizational citizenship behavior.
 
Sebagai pelaku di dunia industri, saya merasakan adanya turn over karyawan akan merugikan perusahaan itu sendiri. Ada 3 hal yang bisa saya ambil pelajaran dari beberapa kejadian turn over karyawan,

1. Biaya perekrutan.

Ini sangat jelas tampak ketika ada karyawan yang resign maka secara otomatis pihak HR harus meng-hire calon karyawan baru. Semua proses perekrutan ini pasti membutuhkan biaya.

2. Lamanya training.

Ketika karyawan baru (khususnya di lapangan) akan mulai bekerja, maka harus dilakukan training oleh karyawan senior. Jika karyawan baru cukup cepat dalam mempelajarinya maka sangat bagus untuk kelancaran proses. Sebaliknya jika tidak, pasti akan berdampak pada proses produksi.

3. Resiko safety.

Karyawan baru yang belum mempunyai track record pengetahuan dalam bidang safety sangatlah berbahaya ketika langsung terjun ke lapangan. Meskipun ada safety induction, tetapi resikonya tetap tinggi bagi karyawan baru ketika pertama kali ke dunia lapangan.
 
Pada bahasan ini saya mencoba mencari solusi yang didapat dari interview ke bagian HRD tempat saya bekerja dan browsing riset tentang employee relations. Dua metode yang saya coba mengarahkan kepada satu kunci bahwa untuk dapat meningkatkan engagement karyawan sebaiknya perlu mengetahui apa saja yang dapat memengaruhi engagement tersebut.
 
Simon (2011) menyebutkan bahwa seorang karyawan dapat engaged jika ia menemukan arti dan motivasi personal dalam bekerja, mendapat dukungan interpersonal yang positif, bekerja dalam lingkungan kerja yang efisien, memiliki keterlibatan dalam pengambilan keputusan, memiliki kesempatan untuk mengungkapkan ide, kesempatan untuk mengembangkan diri, dan jika organisasi menunjukkan kepeduliannya pada kesehatan dan well-being karyawan.
 
Motivasi Personal. Ini hanya bisa ditemukan dari dalam diri karyawan. Bisa jadi semangatnya bekerja  dikarenakan adanya keinginan tersendiri yang harus diraihnya dengan bertahan di suatu perusahaan atau organisasi. Motivasi personal biasanya didapat dari keluarga atau mimpi yang hendak dicapainya.
 
Dukungan interpersonal. Dalam hal support selalu menjadi bagian motivasi yang tidak bisa dipisahkan. Ketika bekerja kemudian ada dukungan dari luar maka seseorang akan merasa nyaman dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
 
Lingkungan yang efisien. Bekerja dalam “atmosfer” tidak menganggu aktivitas agama, tidak mendapat pressure yang tidak wajar, dan mendapat benefit atau timbal balik yang setimpal. Itulah salah satu ciri dari lingkungan yang efisien. Ketika benefit yang didapat dari perusahaan membuat bekerja pun seperti “dilindungi” maka akan berdampak pada rendahnya turn over.
 
Keterlibatan dalam improvement. Seorang karyawan akan merasa dianggap kehadirannya ketika bisa mengungkapkan isi pikirannya. Baik itu keputusan ataupun ide yang bisa berkembang untuk kemajuan perusahaan atau organisasi. Kesempatan improvement karyawan harus selalu diasah untuk meningkatkan kepercayaan terhadap karyawan.
 
Psychological well-being. Ryff (1995) mendefinisikan sebagai pencapaian kesempurnaan yang merepresentasikan realisasi potensi individu yang sesungguhnya. Secara sederhana, karyawan mengetahui potensi dirinya dan diarahkan untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
 
Itulah opini saya tentang bagaimana mengurangi turn over karyawan dengan work engagement. Semoga bisa diambil manfaatnya. Terima kasih.
 
 
 

Majengan, “Oleh-Oleh” khas Mudik ke Rumah Mertua

 


Tahun ini adalah tahun pertama aku harus berbagi lebaran. Pertama, mudik ke rumah orang tua. Kedua, mudik ke rumah mertua. Dua-duanya sangat penting dan harus aku lakukan. Tidak mungkin bagiku hanya berlebaran di kampungku saja. Apa kata mertua? Hehe

H-2 lebaran tepatnya hari jumat aku mengawali mudik bersama istri menuju kampung halaman di Tasikmalaya. Karena adikku akan menikah pada tanggal 5 Syawal jadinya kami mudik pertama ke Tasik. Sejujurnya aku masih khawatir dengan mudik membawa istri yang sedang hamil muda. Takut terjebak macet, kepanasan berjam-jam di bus, atau bisa jadi maboknya kambuh.

Alhamdulillah, ternyata perjalanan menuju kota Tasikmalaya sangat lancar. Supir busnya memang handal membawa penumpang dengan mengambil jalan alternatif alias tidak melewati tol. Sekitar 8 jam perjalanan kami lewati dan akhirnya kami pun tiba dengan selamat.

Aku pun berlebaran dengan khidmat bersama keluarga. Ini pun menjadi pengalaman pertama istriku lebaran di kampung orang. Hehe Selang lima hari kemudian adikku melaksanakan janji suci untuk mengemban amanah sebagai seorang suami. Barakallah!

Sekarang aku akan mencoba sharing pengalaman ketika mudik ke Rumah Mertua. Kalau diceritakan juga kisah mudik di Tasik mungkin bakal ngalor ngidul dan teman-teman pembaca tidak mendapat manfaat dari tulisanku ini. Hehe

Pengalaman mudik ke rumah mertua pun segera dimulai. Estimasi waktu dari Tasikmalaya sekitar empat jam. Itu pun kalau tidak macet. Sekali lagi, tidak macet. Hehe Maklum lah musim mudik. Kayaknya mustahil kalau gak macet.

Ternyata eh ternyata, rute Tasikmalaya menuju Indramayu sangat luaancaarr. Entah itu tidak ada yang ambil rute ini atau memang belum terjamah para pemudik. Menurutku kemungkinan besar jalur yang kita lewati jarang diketahui pemudik. Rata-rata orang mengambil arah Garut tetapi kami mengambil jalur Ciamis dan Majalengka.

Jalanan yang berkelok-kelok mewarnai pemandangan di jendela kaca mobil. Sudah terhitung tiga kali istriku muntah. Tetapi yang aku heran adalah maboknya itu ketika jalanan lurus dan justru di jalanan yang banyak tikungannya malah aman-aman saja. Sungguh misteri yang belum bisa dipecahkan. Hehe

Alhamdulillah kami pun sampai dengan selamat. Kumandang adzan seolah menyambut kedatangan kami seraya mengingatkan kami untuk segera melaksanakan perintah shalat. Tidak lama kemudian setelah menunaikan shalat Maghrib, ternyata orang-orang langsung ramai-ramai berada di luar rumah mertuaku. Aku kira demo pemuda atau konvoi para rider yang mencari angin malam atau mungkin menyambut kedatanganku. Hehe tidak mungkin

Rupanya pemuda berkumpul di depan rumah itu rangkaian agenda hajatan pernikahan di Indramayu. Desa Babadan tepatnya di Kecamatan Sindang akan diadakan pernikahan. Tradisi ini selalu dilakukan turun temurun ketika ada tetangga akan melakukan pernikahan.

Rentetan acara dimulai penyambutan calon mempelai wanita pada malam harinya. Pemuda bersiap di jalan dengan membawa motor masing-masing. Semuanya kompak berboncengan dengan temannya. Semuanya tidak mau ketinggalan dan mungkin hampir semua pemuda menikmati sebagai pengiring dengan berbondong-bondong menuju rumah mempelai wanita.

Warga sekitar pun sudah tidak heran melihat pemandangan motor-motor berjejer di jalan hendak menuju desa sebelah. Itu berarti tanda akan diadakan pesta pernikahan warga setempat.

Akad nikah dilaksanakan pada malam hari. Semuanya berlangsung dengan khidmat. Sang pengantin pun menjalaninya penuh dengan kekhusyukan berbalut kehalalan yang sudah Allah berikan. Keesokan harinya mereka harus bersiap untuk resepsi.

“Ibu mau majengan dulu.” Ucap ibu mertuaku sembari keluar dari rumah.

Aku pun belum faham apa itu “Majengan”. Berbentuk barang kah? Karung? Atau apa?

Ibu mertua hendak pergi majengan dengan tangan kosong. Keahliannya memasak menjadi senjata utamanya untuk membantu tuan rumah yang punya hajatan. Dari sanalah aku berkesimpulan majengan adalah membantu memasak. Dimulai dari mencuci beras, memotong sayuran, menumbuk bumbu, sampai dengan mengolah pasakan khas Indramayu.

Ternyata asumsiku terbantahkan ketika bapak mertuaku pun siang harinya pergi untuk majengan. Dari sini aku mulai bingung. Memangnya bapak mau cuci beras juga? Potong sayuran? Hehe rasanya tidak mungkin.

Sampai pada akhirnya aku berhenti untuk berasumsi dan langsung bertanya kepada istriku.
Dari penjelasannya yang lumayan panjang, aku pun mulai mengerti apa itu Majengan.

Majengan merupakan tradisi masyarakat Indramayu untuk saling bantu ketika ada hajatan seperti pernikahan, khitanan, dan lain-lain. Majengan ini dihadiri oleh tetangga dekat, tetangga jauh, dan saudara dari keluarga tuan rumah. Jadi, tuan rumah yang punya hajatan ibarat seorang raja yang tidak boleh repot mengurus hajatan.


Beberapa hari sebelum hajatan biasanya tetangga mengirimkan sembako berupa beras, telur, sayuran, dan sembako lainnya kepada tuan rumah. Ini sudah menjadi kebiasaan warga untuk mengawali majengan. Pemberian dari tetangga ini sangat membantu untuk pasokan kebutuhan hajatan yang akan dimasak besok.

Kemudian yang selanjutnya adalah penyambutan calon pengantin. Seperti yang sudah aku sebutkan tadi bahwa para pemuda setempat menyambut calon pengantin dengan arak-arakan sepeda motor.

Keesokan harinya dimulailah tradisi majengan. Mungkin jika ada warga sekitar atau tetangga bahkan saudara tidak melakukan majengan, akan merasa malu sendiri karena ini sudah menjadi ciri kebermasyarakatan warga.


Dalam acara majengan terdapat beberapa peran penting yang dilakoni.


Pertama, orang yang menyambut kedatangan para tamu undangan.
Ketika ada tamu maka bersiap dengan senyuman ramah sembari menyodorkan pulpen untuk mengisi daftar hadir. Biasanya peran ini dilakukan oleh saudara dari tuan rumah.

Kedua, barisan ibu-ibu di dapur umum.
Dapur ini dibuat senyaman mungkin dan bisa menampung banyak orang supaya banyak yang membantu ketersediaan makanan untuk para tamu hajatan. Tangan yang terampil menjadi ciri khas ibu-ibu “belakang layar”. Sudah terlatih puluhan tahun membuat bumbu dan masakan khas Indramayu.

Ketiga, helper.
Nah, peran ini sangat unik. Ada sekitar dua atau tiga orang yang menjalani peran ini. Jujur, aku merasa kagum dengan kesigapan mereka. Ketika tamu berdatangan, mereka memastikan kursi yang dipasang sudah tertata rapi. Jika ada kursi yang berantakan segera diluruskan kembali barisannya.

helper (sebutanku) sedang membereskan piring bekas

Bahkan ketika tamu undangan sudah mau pergi kemudian meletakkan piring kotornya, mereka dengan cepat mengambil piring-piring tersebut. Mereka harus memastikan tidak ada piring bekas yang tergeletak lama-lama dibawah kursi tamu. Mereka pun segera memberikan kepada tukang cuci piring.

Keempat, Pramusaji atau penunggu hidangan makanan.
Simpel saja mereka membantu tamu undangan mengambilkan makanan atau memberikan ketersediaan makanan yang hampir habis untuk segera ditambah.

Yu Atin lagi action :D

Keempat peran itu aku sebutkan karena menurutku sangat penting. Meskipun ada peran lain yang tidak kalah penting seperti sesepuh yang menjadi “benteng terakhir” ketika tamu undangan akan pulang. Ucapan terima kasih selalu terucapkan kepada tamu yang sudah bersedia hadir di hajatan.

Yang aku salut dari tradisi majengan itu adalah semuanya bersifat SUKARELA alias TIDAK DIBAYAR!

Rasa memiliki dan keinginan untuk membantu sesama menjadi pegangan utama dalam tradisi majengan ini. Kata istriku yang dibayar hanya tukang cuci piring karena pekerjaan ini dinilai lebih berat dan sangat menguras tenaga. Meskipun pada dasarnya dibayarnya tidak ada tawar-menawar harga. hehe Karena semuanya didasari rasa ikhlas dan empati kepada warga yang punya hajatan.


Itulah “oleh-olehku” ketika mudik ke rumah mertua. Oleh-olehku kali ini sangat beda karena bukan berbentuk barang. Lebih dari itu, oleh-oleh ini berupa pelajaran yang sangat berharga bahwa kebersamaan harus terus dijunjung tinggi dan tradisi Majengan harus terus dipupuk bahkan dicontoh oleh beberapa daerah di Indonesia.

Semoga bermanfaat. Itulah oleh-olehku, mana oleh-olehmu?
Menikmati Pantai Karang Song di Indramayu bersama istri tercinta :D

***
Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway 1 Tahun Dunia Gairah
http://www.pritahw.com/2017/06/giveaway-lebaran-berhadiah-sejuta.html

Teruntuk Aktivis Dakwah Politeknik Negeri Bandung



 

Bismillahirahmaanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kenikmatan dakwah islam kepada antum/na. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam yang telah memperjuangkan risalah suci ini sehingga sampai sekarang bisa dirasakan syi’ar islam di seluruh penjuru dunia.

Dengan didasari keterikatan hati sebagai alumni aktivis dakwah Politeknik Negeri Bandung, juga sebagai amanah yang harus saya sampaikan untuk memberikan bantuan kepada aktivis dakwah dan atau penghafal quran. Jika dibilang beasiswa, mungkin bukan karena ini sifatnya tidak terikat dengan lembaga manapun. Lebih tepatnya ini adalah bantuan dari alumni kepada almamater tercinta, terkhusus organisasi dakwah kampus Politeknik Negeri Bandung.

Adapun bantuan ini berjumlah Rp 5.000.000,- untuk lima orang mahasiswa minimal semester 3. Bantuan ini diberikan satu kali dan tidak terikat. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk finansial dari mahasiswa terpilih. Lebih lengkapnya silahkan pelajari syarat administratif dan syarat khususnya.

Syarat administratif

1.      Mengisi formulir pendaftaran (download)

2.      Megirimkan scan/foto KTP asli

3.      Mengirimkan scan transkrip akademik

4.      Mengirimkan pas foto 4 x 6 terbaru

5.      Menulis essay “Siapa diriku dan dakwah menurutku”. Ketentuan tidak terikat dan dibebaskan jumlah halamannya. Disarankan dalam tulisan ada solusi tantangan dakwah kampus.

Syarat khusus

1.      Memiliki aktivitas dakwah

2.      Hafal Al Quran minimal satu juz

3.      Sedang mengikuti program tahfidz (poin plus)
 
4.      Semua berkas dikirimkan via email aldinaferry@gmail.com

5.      Dikirimkan maksimal tanggal 30 Juni 2017

 

Salam Juang,

Ferry Aldina
Teknik Kimia 2009

Menciptakan Produktivitas dan Kreativitas dengan ASUS E202

http://www.uniekkaswarganti.com/2017/05/ASUS-E202-blog-competition-produktif-dan-kreatif-di-mana-saja-dengan-notebook.html?m=1
Hi, Ferial kali ini berkesempatan mengulas salah satu teknologi terbaru. Eits tapi bukan Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui ya. Hehe Yupz sebelumnya Ferial berdoa semoga di bulan Ramadhan ini ibadah, kerja dan kegiatannya bisa lebih produktif dan kreatif.  Aamiin
Berbicara teknologi terbarukan, pastinya ada perangkat yang wajib dimiliki seorang mahasiswa, profesional, atau wirausahawan. Kalau teman-teman menebak itu gadget? Bener juga sih. Tapi kalau gadget itu kan bisa dibilang terbatas.  Nah kalau ini perangkat yang lebih “mampu” dibanding dengan gadget.  Mampu dalam artian tidak terbatas dan portable bisa dilakukan whenever dan wherever (kecuali di toilet ya. Hehe). Yaitu Laptop atau Notebook.
Sebelum berbicara lebih dalam tentang notebook yang digadang-gadang bisa mengatasi problematika teknologi masa kini (sorry rada too much). Mari kita sejenak apa sebenarnya masalah yang dihadapi ketika mendengar kata notebook. Semoga dari masalah bisa menjadi solusi yang jitu. Jitu setajam silet. krik krik krik ga nyambung.
Pertama. Lupakan joke yang gak jelas dari Ferial tadi.
Kedua. Mari kita serius berbicara teknologi.
Ketiga. Kenali permasalahan umum terlebih dahulu. Dari yang paling menyebalkan sampai ke tingkat akut.

Yang Lemot Wajib diboikot..


Baterai hemat daya (Source : drive google lomba ASUS)
Kebanyakan orang pasti mengeluhkan notebook yang baterainya lemot. Gak kebayang kan kalau misalkan seorang konsultan diminta mengirimkan file penting ke klien dan dengan alasan baterai lemot, momen penting itu bakal terlewatkan bahkan bisa merusak reputasi dirinya sebagai konsultan.
Yang paling nge-trend sekarang adalah pelaku bisnis online. Meskipun bisnis offline juga sama-sama membutuhkan notebook as long as buat pendataan. Ketika orderan terhambat karena baterai habis atau alasan klasik lainnya. Itu bisa menurunkan omset karena dapat menurunkan kepercayaan dari pelanggan.
Apalagi kalau mahasiswa. Secara mobilitas tinggi ; kuliah, dagang, skripsi, organisasi, dan semua yang berhubungan dengan ketik mengetik. Maka tidak terbayang jika terdapat situasi yang mengharuskan untuk mengirimkan laporan bab skripsi ke dosen pembimbing, tetiba malah tidak bisa terkirim gara-gara baterai lemot. Sangat Prihatin! Hehe

"Solusinya bagi seorang wirausahawan, profesional, dan mahasiswa adalah notebook yang mempunyai kemampuan masa aktif baterai yang lama, portable dan charging yang cepat. Yang lemot wajib diboikot, bro! hehe" (Ferial)


Bentuk dan Warna yang Monoton

Varian warna ASUS E202 (source : drive google lomba ASUS)
Kayaknya kalau masalah warna mah lebih ke selera konsumen. Sayangnya varian warna notebook menjadi bahan pertimbangan yang membuat orang menarik. Bosen kan warnanya kalau gak putih ya hitam? Hehe
Kenapa warna? Karena warna itu sendiri bisa menjadi keunggulan dari sebuah produk. Logikanya pasti setiap orang menyukai warna yang beda-beda, terlebih lagi warna yang cerah mengkilat. Nah, dari itu orang akan membeli barang sesuai dengan warna kesukaannya.
Selanjutnya adalah rata-rata orang membawa notebook itu ribet. Kenapa? bentuknya yang besar membuat orang malas membawa kemana-kemana. Sehingga butuh notebook yang simpel, praktis, dab tidak terlalu besar.
Owh ya, ada lho perbedaan ketika cowok dan cewek membeli notebook. Pertimbangan apa yang diutamakan oleh cewek atau cowok dalam membeli perangkat yang sangat diperlukan sehari-hari tersebut. (note : survey independen berdasarkan selera istri hehe)
Perbedaan Memilih Laptop (Infografis by Ferial)
COWOK :  Dari segi grafis pasti bakal memilih VGA yang bagus. Dari segi processor pun lebih cenderung yang up to date. Sehingga cowok yang diutamakan ketika membeli notebook adalah penampilan dalamnya atau perangkat lunaknya dibanding tampilan luarnya.
CEWEK :  Nah kalau cewek itu kebalikannya, yang diutamakan adalah “warnanya lucu gak?” “Ada diskon gak ya?” “Murah gak ya?” dan pertanyaan unik lainnya. Hehe  Lumayan ribet sih (menurut cowok) tapi bukan berarti cewek tidak menilai notebook dari segi kecanggihannya. Bisa jadi setelah tampilan luarnya, baru lah dilihat spesifikasi notebooknya.
KESIMPULAN AWAL : Meskipun dalam hal pemilihan notebook bakal berbeda. Tetapi bisa disimpulkan, baik cowok atau cewek, pasti bakal memilih yang SIMPEL, BATERAI, STYLISH, dan CANGGIH.
Jika kita tarik keterikatan rantai antara pelaku profesional atau mahasiswa atau wirausahawan dengan spesifikasi kebutuhan notebooknya. Maka haruslah ada notebook yang sangat cocok untuk mobilitas peran ketiganya. Nah Ferial bakal memperkenalkan notebook terbaru dari ASUS, yaitu ASUS EeeBook E202.
Produktif dan Kreatif bersama ASUS (Infografis by Ferial)
Bagi teman-teman yang menginginkan hasil kerja yang kreatif, kayaknya coba deh notebook ASUS E202. Dengan menggunakan notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Nah, dijamin pokoknya unik bin kinclong deh itu notebook. Hehe

Notebook berukuran A4 ini juga menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena  USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0

Owh ya, kalau misalkan habis baterai pun ASUS E202 punya keunggulan Fast Charging. Port USB 3.1 Type C yang dimilikinya membuat proses isi ulang menjadi lebih cepat.
ASUS yang merupakan notebook berukuran A4 sangat membuat nyaman bagi penggunanya. Bentuknya yang tipis berukuran 12 inci sangat membantu kegiatan dan tidak membuat ribet membawanya. Karena pastinya ukuran yang tidak terlalu besar bahkan bisa dibilang unik.
Terus gimana nih spesifikasi lainnya? Tidak Cuma unggul dalam hal baterai dan prosesor Intel hemat daya. ASUS E202 memberikan spesifikasi yang tidak kalah menarik.
Why ASUS? (Infografis by Ferial)

Ini Ferial dapat dari website aslinya dari ASUS. Let’s check this out!

A Palette of Four Different Colors. Pilihan empat warna yang ekspresif membuat menarik manapun yang teman-teman pilih. Seperti tadi disebutkan ada Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge.
Fully Equiooed, including USB 3.1 Type C. Desain yang minimalis ASUS E202 ini masih didukung beberapa USB port, sebuah micro HDMI port, dan slot Micro SD yang disediakan untuk kegiatan komputasi (ketik-mengetik, orderan, dan sebagainya) sehari-hari. Nah USB 3.1 Type C  sangat menghemat waktu karena bisa dicolok dari berbagai arah.
Long battery life for all day computing. Inilah keunggulan utama notebook yang berukuran 11,6 inci tersebut. Ketika bekerja dimanapun dan kapanpun, notebook ASUS E202 memiliki daya tahan baterai sampai 8 jam sehari.
Intuitive touch experience. Responsif touchpad yang dimiliki ASUS E202 memberikan kenyamanan seperti melihat smartphone dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
Durable, full-size chiclet keyboard. Desain one-piece Chiclet keyboard ini membuat proses pengerjaan ketik-mengetik semakin nyaman dan kokoh. Karena desain jarak antar keyboard 1.66 mm dan bahkan tahan sampai 10 juta kali pengetikan.
Fanless Design. Suara bising dari notebook? No Problem. ASUS E202 ini memiliki desain yang tipis sehingga membuat suara bising menjadi rendah dan jika dipakai di perpustakaan menjadi soft dan elegan.
Vivid colord with ASUS Splendid Technology. Dengan teknologi ini, akurasi warna secara otomatis disesuaikan dengan setting optimal untuk semua gambar yang ada. Dengan demikian warna akan semakin kaya dan gambar, video, atau film yang dihasilkan menjadi bagus.
ASUS Sonic Master Technology. Dengan teknologi ini, yang dipadukan dengan ASUS Golden Ear team sudah menciptakan sebuah teknik engineering yang presisi. Intinya, suara yang dihasilkan akan berbeda dengan notebook pada umumnya. Tetap bersih meskipun pada volume suara tinggi.
ASUS Web Storage. Kapasitas yang diberikan 16 GB secara gratis untuk satu tahun akan memanjakan konsumen ASUS E202. Data bisa diakses dimanapun dan kapanpun sehingga membuat prioritas kerjaan komputasi dapat diutamakan.
FINISH. Itulah sekilas dari Ferial tentang notebook terbaru dari ASUS E202. Semoga bisa menjadi pencerahan untuk memilih notebook masa kini yang lebih kece. Bakalan membuat kerjaan teman-teman lebih Produktif dan Kreatif.
Note : Tulisan ini dilombakan dari Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com
Terima kasih