Sabtu, 07 September 2019

Saatnya Chatbot Menggantikan Peran Layanan Pelanggan (?)


Kehadiran chatbot “bisa jadi” mengancam masa depan layanan pelanggan atau customer service. Bagaimana tidak? Peran layanan pelanggan serasa sudah tergantikan. Menjawab pesan masuk, membantu pemesanan tiket, memudahkan layanan booking kamar, sampai transaksi pun bisa dilakukan dengan chatbot. Lantas kemudian apakah layanan pelanggan berbasis manusia masih bisa dipertahankan?

Sebelum jauh mengupas tuntas masa depan layanan pelanggan. Mari kita sejenak mempelajari sekilas tentang chatbot. Sederhananya, definisi dari chatbot adalah layanan pelanggan berbasis digital atau robot yang bisa melayani pelanggan di platform digital. Entah itu fintech, e-commerce, aplikasi hotel, dan bisnis online lainnya yang mengintegrasikan fitur messaging.

Kelebihan dari chatbot adalah dilengkapi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Sehingga jika keyword yang sudah diterapkan dalam robot akan memudahkan menjawab pertanyaan dari pelanggan. Bahkan jika teknologi chatbot dilengkapi Natural Language Processing atau NLP maka chatbot bisa mengerti dan memahami bahasa yang digunakan pelanggan.

Masa Depan Layanan Pelanggan? Sumber : BOTIKA
Berdasarkan referensi dari perusahaan chatbot asal Indonesia, BOTIKA, maka setidaknya ada kelebihan chatbot berbahasa Indonesia, antara lain :

1. Memudahkan Pengisian Konten Percakapan
Dengan chatbot yang menggunakan bahasa Indonesia, tentunya suatu perusahaan tak perlu repot-repot untuk melakukan translasi ke bahasa lainnya. Dari mulai pengisian konten percakapan pertama kali, hingga perbaikan lainnya terkait percakapan di chatbot, dapat diatur sesuai kebutuhan.

2. Mendekatkan Pelanggan
Semakin dekat bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dengan pelanggan, tentu chatbot mampu meningkatkan kepuasan dari pelayanan terhadap pelanggan. Menariknya, NLP Bahasa Indonesia yang digunakan dalam chatbot juga dapat disesuaikan berdasarkan target atau segmen dari perusahaan.

3.  Segmentasi Marketing
Sebagai contoh, jika suatu perusahaan memiliki sasaran target milenial, maka diksi bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan dalam percakapan bisa diatur menjadi lebih bersahabat dan memiliki topik konten yang populer ditengah dunia millenial. Chatbot bahasa Indonesia ini menjadi salah satu strategi Anda untuk menentukan strategi marketing agar sesuai dengan target. Perlu diingat bahwa Anda perlu menyesuaikan, kepada pelanggan siapa yang akan Anda ajak untuk berkomunikasi.

Infografis from BOTIKA
Ketika berbicara Artificial Intelligence di Indonesia maka negara kita tercinta ini merupakan negara yang menerapkan AI yang lebih signifikan daripada negara-negara Asia Pasifik lainnya. Menurut International Data Corporation, pada tahun 2018 saja Indonesia telah menggunakan lebih dari 24,6% organisasi yang mengadopsi sistem kecerdasan buatan. Kemudian disusul oleh Thailand dengan 17,7%, Singapura 9,9%, dan terakhir Malaysia sebanyak 8,1%.

Senada dengan data dari IDC tersebut, seorang analis dari Lembaga Riset Gartner mengatakan bahwa 25% dari layanan pelanggan dan dukungan operasi akan mengintegrasikan virtual customer assistant (VCA) atau chatbot dalam berbagai saluran pada tahun 2020 mendatang.

Pada Gartner Customer Experience Summit 2018 di Tokyo, Jonathan Tavvs yang merupakan Product, Content, Positioning & Technology Kaleidoko mengatakan bahwa peran chatbot tidak hanya untuk keseharian manusia tetapi juga bisa diimplementasikan pada industri pekerjaan.

Mengingat peluang melejitnya chatbot di masa yang akan datang, bagaimana nasib layanan pelanggan?

Tentunya kehadiran chatbot tidak dipungkiri memberikan dampak positif untuk perkembangan industri kreatif di Indonesia. Bayangkan saja jika manusia harus menangani ribuan pesan dalam satu hari. Tentu diperlukan biaya yang begitu besar, bahkan layanan pelanggan  berbasis manusia 24 jam akan membuat neraca keuangan perusahaan membengkak.

Beda halnya dengan chatbot, ribuan pesan bisa dilayani dengan cepat dan efektif. Sehingga pelanggan akan mendapatkan pengalaman yang luarbiasa. Tentunya ini membuat pelanggan mendapatkan kepuasan, merampingkan biaya layanan pelanggan manusia, dan menurunkan biaya operasi.

Akankah hilang dan punah sudah peran layanan pelanggan manusia? Memang sedikit rumit menjawabnya. Tetapi yang pasti kehadiran chatbot tidak serta merta langsung memangkas fungsi daripada layanan pelanggan. Justru chatbot menjadi pasangan yang serasi karena bisa meringankan beban layanan pelanggan manusia.

Seperti halnya BOTIKA, Chatbot Bahasa Indonesia yang memberikan pengaruh besar di dunia bisnis Indonesia. Adanya chatbot yang dilengkapi NLP berbahasa Indonesia ini membuat pengalaman pelanggan semakin berkesan. Apalagi pangsa pasar bisnis online semakin berkembang di Indonesia. Sudah sepatutnya bahasa Indonesia menjadi bahasa messaging di platform-platform digital.

Mengenal BOTIKA
MARLO, Chatbot besutan BOTIKA sebagai chatbot HIV/AIDS Pertama (Sumber : Media Indonesia)
BOTIKA adalah perusahaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan asal Indonesia dengan memadukan teknologi Machine Learning (ML) dan Natural Language Processing (NLP). Perusahaan chatbot buatan anak bangsa ini menyediakan teknologi dengan bahasa Indonesia sehari-hari yang membuat pelanggan menjadi lebih nyaman.

Saat ini BOTIKA sudah membantu lebih dari 100 perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggannya. Mulai dari proses transaksi hingga melalui pelayanan media sosial seperti LINE, Whatsapp, Facebook Messenger, Telegram, dan Web Widget.

BOTIKA menawarkan solusi dari segala permasalahan dalam dunia layanan pelanggan.


Answering opportunities
Ketika platform sosial cenderung dijadikan sayap bisnis dari suatu perusahaan. Maka ketika dilengkapi dengan chatbot maka layanan pelanggan berbasis digital tersebut menjawab setiap pertanyaan dan mengonversinya menjadi peluang yang akhirnya mengirimkannya ke channel marketing perusahaan Anda.

Chat Assistant for Your Business
BOTIKA membantu pengusaha atau business owner dan menjadikannya asisten yang pintar dalam melayani pelanggan. Dimulai dari pemesanan hingga proses transaksi.

Chat Console
Keunggulan BOTIKA menjadikannya solusi ketika banyak pesan yang masuk dalam satu waktu. Dengan BOTIKA, maka permasalahan tersebut bisa terselesaikan tanpa harus ribet melayani pelangan yang begitu banyak.

Easily Integrated to Many Social media at Once
BOTIKA sudah terintegrasi dengan platform media sosial dan bisa dijalankan di LINE, Facebook Messenger, Telegram, Web Widget, dan Aplikasi handphone.

Payment Gatewat Integration
BOTIKA menyediakan layanan chatbot yang sudah termasuk didalamnya transaksi dengan BOTIKA pay. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dalam transaksi pelanggan.

Single Dashboard Integration
Hanya dengan satu dashboard, maka BOTIKA sudah secara langsung terintegrasi dengan beberapa platform sosial yang tentu saja memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

BOTIKA memiliki banyak produk yang ditawarkan kepada perusahaan atau industri. 

Chatbotika Enterprise
Produk ini berupa asisten chatting yang melayani pelanggan dan berkomunikasi dengan pelanggan. Chatbot ini menjawab pertanyaan dari pelanggan dengan bahasa Indonesia yang asyik dan sesuai dengan bahasa sehari-hari.

Chatbotika Travel
Jika Anda memerlukan pelayanan dalam pemesanan tiket maka produk ini sangat cocok. Chatbotika Travel memberikan pelayanan komunikasi yang responsif dan memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi layaknya teman. travel agents to provide more 

Chatbotika Commerce
Sama halnya dengan Chatbotika Enterprise tetapi produk ini dalam skala yang kecil dan menengah. Aplikasi asisten chatting yang memungkinkan pelanggan berkomunikasi dengan cepat, memesan produk, dan menjawab pertanyaan dari pelanggan.

Helpdesk System
Ketika ada pertanyaan yang rumit diberikan kepada chatbot maka helpdesk system merupakan produk chatbotika untuk mengalihkan kepada manusia untuk menjawab pertanyaan yang sulit dijawab komputer.

DEM (Digital Email Management)
DEM dapat membantu Anda untuk menyebarkan dan mengatur email dari pelanggan. Kemudian memilih dan mengirimkannya secara langsung kepada layanan pelanggan. Hal ini memungkinkan layanan pelanggan Anda tidak akan pernah mendapatkan email yang terlalu banyak.

Video Call
Produk ini menyediakan fasilitas komunikasi face to face dengan pelanggan untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.

Queue System
Produk ini membantu ribuan pelanggan Anda untuk mengetahui nomor antrian ketika berkomunikasi dengan chatbot.

Botika Pay
Produk ini merupakan personal chat yang secara langsung menyediakan layanan payment gateway system yang memudahkan untuk membeli sesuatu kapanpun dan dimanapun.

OMNIBOT
OMNIBOT adalah platform multi-channel sosial dalam satu dashboard yang mengombinasikan dengan chatbot lalu membantu kebutuhan pelanggan dari perusahaan Anda.

ELIZA
ELIZA adalah nama dari virtual personal assistant yang bisa membantu dalam beberapa hal. Mulai dari pemesanan tiket, belanja online, baca berita, mencari music, hingga dijadikan teman virtual Anda.

Secara rasional chatbot bisa jadi mengurangi lapangan kerja manusia di bidang interaksi pelanggan. Tetapi bukan juga berarti menurunkan produktivitas layanan pelanggan manusia. Mungkin hal-hal yang bersifat birokrasi atau keperluan yang sifatnya confidential bisa ditangani oleh layanan pelanggan manusia.

Namun chatbot bukan tetaplah robot yang jika didiamkan ia akan rusak dan usang dengan sendirinya jika tidak dilakukan otomatisasi. Mungkin pengembang chatbot harus selalu upgrading dan menambahkan fitur-fitur canggih yang bisa membantu kebutuhan pelanggan.

Jika pengembangan selalu dilakukan maka tidak heran peran layanan pelanggan manusia bisa berkurang. Jangan heran jika lapangan pekerjaan layanan pelanggan manusia pun menurun karena beban pekerjaan yang sudah dipindahtangankan ke robot.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Nulis Chatbot bersama BOTIKA"


Read More

Sabtu, 13 Juli 2019

Menjemput Mimpi ke Mekkah Melalui Sampah


Ibu Atun, Pegiat Sampah dari Kampung Sempu, Cikarang.

Perkenalkan nama saya Meri. Pada tahun 2016, saya bekerja di sebuah Lembaga sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan. Suatu waktu saya ditugaskan untuk mengunjungi Pameran SDGs yang berada di Jakarta. Saya sangat senang mendapat kesempatan yang sangat langka tersebut. Berangkat dari Bandung bersama rekan kerja saat pagi buta dan ternyata saat sampai di lokasi sudah banyak berkumpul orang-orang hebat yang berkecimpung di dunia sosial.

Saya pun tidak menyia-nyiakan untuk berkeliling booth. Saya pun tertarik dengan satu booth yang selalu mencuri perhatian setiap pengunjung yang datang. Di booth tersebut banyak orang-orang yang sedang belajar dengannya. Ibu yang berkerudung lebar di booth tersebut dengan sabar mengajari pengunjung untuk membuat kerajinan tangan.

Setelah saya cari tahu, beliau adalah Ibu Atun yang merupakan orang yang mendapatkan bantuan dari Lembaga sosial di bidang sampah. Beliau memperlihatkan karya-karya dari sampah pada pameran SDGs tersebut. Saya pun tidak pikir panjang langsung mendekati dan melewati keramaian orang disana.




Saya langsung kaget ternyata Ibu Atun sedang memakai rompi yang unik. Rompi tersebut seluruhnya terbuat dari sampah bekas bungkus kopi. Saya pun coba memperhatikan secara seksama satu demi satu bungkus kopi yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi rompi. Tidak hanya rompi, ada kerajinan tangan lainnya seperti tempat tissue, dompet, tas, pot, dan banyak lagi.

Saya pun tidak lupa untuk meminta nomor handphonenya dan juga meminta foto bersama. Alhamdulillah beliau sangat ramah dan baik kepada setiap orang. Sehingga kesan pertama yang saya dapatkan adalah LUAR BIASA. Beliau itu berdomisili di Cikarang dan mendapatkan amanah untuk mengelola Bank Sampah Sempu. Sempu adalah nama kampung tempat Ibu Atun tinggal bersama keluarga sekaligus mengurus Bank Sampah.

Kembali Bertemu Bu Atun


Kegiatan Jemput Sampah (dok. Pribadi)

Setahun berikutnya, saya dipindahtugaskan ke Kota Bekasi. Saya cukup familiar dengan Bekasi karena yang saya tahu itu Bekasi mempunyai tempat yang bernama Pulo Gebang. Identik dengan julukan “gunungan sampah”. Saya pun satu kantor dengan Pak Hafidz. MasyaAllah ternyata beliau itu kordinator Bank Sampah Sempu, tempat dimana Bu Atun yang mengurusi Bank Sampah.

Pak Hafidz banyak bercerita tentang kegigihan Bu Atun yang merintis Bank Sampah Sempu yang semula dari nol sampai dengan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Beliau bisa memberdayakan anak-anak muda, ibu-ibu, dan masyarakat sekitar Kampung Sempu. Mulai dari mengajarinya berwirausaha dari sampah, membuat kerajinan tangan, dan sampai mengajari bermain facebook.
Ibu-ibu pegiat sampah sedang memilah tutup botol (dok. Pribadi)

Saya sangat berkeinginan untuk bertemu dengan Sosok Pegiat Sampah seperti Bu Atun. Alhamdulillah suami saya sedang ada projek tentang sampah. Saya pun pergi dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Cikarang. Padatnya lalu lintas tidak terasa ketika berkelana menggunakan moda transportasi yang satu ini. Meskipun berdempet-dempetan dengan penumpang lain tetapi tidak masalah daripada nanti terjebak di padatnya lalu lintas Cikarang.

Saya pun memesan taksi online dan segera tancap gas menuju Kampung Sempu. Saya pun takjub melihat Kampung Sempu. Kenapa? Karena Kampung Sempu ini sangat unik. Kampung ini berada tepat di tengah-tengah Kawasan pabrik di Cikarang.

Tanaman gantung dari botol bekas (dok. Pribadi)

Setibanya di Kampung Sempu, saya pun berjalan kaki menuju rumah Ibu Atun. Setelah melewati gang-gang yang berkelok-kelok, saya pun kembali mendapat kejutan di rumah Ibu Atun. Terlihat banyak sekali modifikasi sampah yang sudah diaplikasikan oleh Bu Atun.


Tanaman Pakcoy yang berasal dari tanaman gantung (dok.  Pribadi)

Bekas botol minuman yang diisi tanaman kemudian tertempel di dinding-dinding rumah. Sehingga membuat asri di Kampung Sempu. Mungkin tahu kan Cikarang itu cuacanya panas dan tidak menghangatkan. Hehe

Kegiatan Bank Sampah Sempu


Proses mengambil sampah dari warga (dok. Pribadi)

Ada juga kebun gantung, sayuran pakcoy, tanaman hidroponik, tirai dari tutup botol. Saya pun semakin semangat untuk segera belajar bersama Bu Atun. Alhamdulillah saya dan suami bisa mendapat ilmu baru dari beliau. Perempuan yang ramah itu dengan sabar mengajari kami yang belum lihai membuat kerajinan tangan. Meskipun susah tapi berhasil juga membuat pot dari toples bekas.




Suaminya bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Cikarang. Ibu Atun membantu ekonomi keluarga dengan bekerja serabutan. Biasanya Ibu Atun bekerja sama dengan Komunitas Eco Village untuk mengisi pelatihan membuat keterampilan atau kerajinan dari sampah. Kadang sukarela tapi terkadang juga dibayar. Alhamdulillah beliau bisa mensyukuri rezeki yang telah diberikan karena niat dari awal memang ikhlas untuk berbagi.

Anak-anak sedang membuat tanaman gantung dari tutup botol (dok. Pribadi)

Bukan hanya kerajinan yang kami dapatkan, tetapi nilai perjuangan, kegigihan, dan kepedulian terhadap sampah menjadi ilmu yang sangat berharga. Tantangan menjadi pegiat sampah tidaklah mudah. Menjadi buah bibir di kalangan masyarakat sudah menjadi sarapan sehari-harinya ketika saat awal mula merintis Bank Sampah Sempu.

Membuat kerajinan bersama ibu-ibu Kampung Sempu (dok. Pribadi)

“Ngapain ngurusin sampah. Urus aja keluarga sendiri!”

Begitulah tantangan yang biasa dihadapinya. Tetapi Ibu Atun tutup telinga dan beliau tetap bertahan karena kecintaan terhadap sampah tidak akan pudar. Beliau pernah mengatakan kepada saya,

“Kalau kita tidak peduli dengan sampah maka anak cucu kita di masa depan yang akan merasakan akibatnya”

Keseharian Bu Atun mengumpulkan sampah (dok. Pribadi)

Waktu berjalan dengan indah, perjuangan Ibu Atun membuahkan hasil. Dukungan dari Lembaga sosial membuatnya menjadi lebih semangat untuk mengelola Bank Sampah Sempu. Beliau mulai melakukan inovasi-inovasi dan akhirnya Bank Sampah berjalan dengan baik. Itulah yang membuat Pemerintah Kota Bekasi memberikan penghargaan kepada Ibu Atun atas dedikasinya terhadap sampah di Kampung Sempu.

Bersama ibu-ibu di pengajian (dok. Pribadi)

Megnisi seminar Mewujudkan Masyarakat Sehat (dok. Pribadi)

Selain mengelola Bank Sampah, Ibu Atun juga mengisi pengajian. Beliau dipercaya untuk memegang beberapa pengajian karena sifat beliau yang mudah bergaul dan bisa dekat dengan orang lain.

Mengajari ibu-ibu menulis (dok. Pribadi)

Di sela-sela kesibukannya juga Ibu Atun mengajari ibu-ibu yang buta huruf. Karena di daerah Kampung Sempu masih ada beberapa masyarakat yang belum bisa calistung (baca tulis menghitung). Ada kejadian menarik sebelum mengajar ibu-ibu tersebut.

Suatu hari, ibu-ibu yang buta huruf tersebut mendapatkan undangan pernikahan. Banyak ibu-ibu yang mendekati Bu Atun untuk minta tolong. Ibu Atun sangat senang memberikan bantuan. Tidak disangka sebelum dimintai pertolongan, mereka menyodorkan amplop. Tetapi amplop tersebut bukan untuk diberikan ke Bu Atun tetapi mereka meminta tolong Bu Atun untuk menuliskan nama mereka sendiri.

Ibu Atun pun mulai mengajari mereka membaca dan menulis. Meskipun sulit dan secara ikhlas beliau berbagi ilmu dengan mereka. Alhamdulillah setelah diajari Bu Atun, mereka tidak meminta tolong lagi ke Bu Atun untuk menuliskan lagi namanya karena sekarang sudah bisa menulis sendiri.

Kegiatan Program Sosialitas Sempu Berbagi





Ibu Atun juga aktif di media sosial, khususnya facebook. Beliau menginisiasi Program Jumat Berbagi Nasi Bungkus. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari warganet. Yang mulanya anggotanya puluhan, sekarang sudah mencapai ratusan. Dana pun semakin banyak terkumpul bahkan kelebihan. Karena dananya kelebihan dan harus digunakan untuk sosial maka beliau alokasikan ke program baru, yaitu program santunan untuk kaum dhuafa.

Masih ingat ketika beliau memberikan bantuan kepada penderita kanker. Alhamdulillah beliau sangat senang bisa berbagi kepada sesama. Kaum dhuafa pun juga tidak luput dari perhatiannya.

Bu Atun juga sebagai pelopor sukarelawan memandikan jenazah. Ada satu kebiasaan yang di daerah Cikarang jika ada saudaranya yang meninggal maka untuk memandikannya harus membayar tukang. Nah, beliau sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Bu Atun berpikir kalau orang yang sudah tertimpa musibah seharusnya jangan ditambah bebannya. 

Dulu tarifnya sekitar 600 ribu bahkan ada yang membayar pakai cincin emas. Kemudian Ibu Atun belajar kepada seseorang tentang ilmu memandikan jenazah. Alhamdulillah setelah bisa maka beliau praktikkan ketika ada tetangganya yang meninggal. Beliau sering dipanggil oleh beberapa masyarakat sekitar. Setelah selesai memandikan, Bu Atun sempat mau dibayar dengan diberikannya sebuah cincin emas berharga. Dengan halus, beliau menolak karena beliau sukarela melakukannya.

Sekarang Bu Atun sedang merintis program WERS (Wisata Edukasi Rumah Sampah). WERS merupakan tempat belajar para mahasiswa atau pengunjung dari berbagai instansi untuk mempelajari Bank Sampah Kampung Sempu serta kerajinan tangan dari sampah. Penghasilan dari WERS tersebut digunakan untuk pemberdayaan sampah, bantuan untuk kaum dhuafa, dan kegiatan sosial lainnya.

Bermimpi ke Mekkah



Pada tahun 2013 silam, beliau pernah bercerita kepada teman-teman pegiat sampah lainnya. Beliau bercita-cita ingin pergi ke Mekkah. Bisa umroh ke tanah suci adalah salah satu mimpinya yang belum terwujud hingga saat ini. Namun beliau berbicara kepada teman-temannya saat itu bahw dengan sampah bisa membawa berkah dan yakin dengan sampah bisa menjadi jalan ke Mekkah. Meskipun sedikit uang yang didapat dari sampah tetapi beliau yakin dengan kekuasan Allah.


Penerimaan Penghargaan Sebagai Perempuan Inspiratif oleh Pemerintahan Kabupaten Bekasi (dok. Pribadi)

Saya cukup merinding dengan cerita beliau. Sosok yang sempat menjadi nominasi women empowering di Lembaga sosial tersebut memberikan inspirasi kepada saya secara pribadi. Saya membawakan cerita ini di Blog Contest yang diadakan oleh Allianz Indonesia yang bertajuk #BerlipatnyaBerkah. Besar harapan, cerita ini bisa menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi Ibu Atun untuk pergi ke tanah suci.  


Tentang Allianz

Allianz merupakan salah satu penyedia asuransi dan manajemen aset terbesar di dunia. Bersama nasabah dan mitra penjualan, Allianz merupakan salah satu komunitas keuangan terkuat di dunia dengan operasi yang tersebar di 70 negara dan didukung oleh 140.000 karyawan yang melayani lebih dari 86 juta nasabah perorangan dan korporasi.

Allianz hadir di Asia Pasifik sejak tahun 1910 di pesisir China dengan menyediakan asuransi kebakaran dan pengangkutan. Saat ini, Allianz beroperasi di 14 negara di Asia Pasifik untuk melayani asuransi umum, jiwa, kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui beberapa saluran distribusi.

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.



Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Allianz Health & Corporate Solutions dibentuk tahun 2014 untuk melayani kebutuhan asuransi kesehatan individu dan kumpulan. Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta peserta di Indonesia. PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah terdaftar pada dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan tenaga penjualnya telah memegang lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia.

Seperti kita tahu Allianz memiliki produk Allisya atau Allianz Syariah. Allianz ini sudah memiliki fatwa halal dari MUI. Produk terbarunya adalah Asuransi Wakaf. Salah satu keunggulan Fitur Wakaf Allisya Protection Plus adalah Berkah, Ringan, Amanah, dan Sumbangsih. Wakaf juga merupakan salah satu amalan dalam Islam melalui penyaluran harta benda untuk kepentingan masyarakat serta mendapatkan keberkahan pahala yang tidak terputus sampai akhirat kelak.


Karakteristik wakaf adalah sebagai berikut :

  1. Bernilai guna saat orang yang mewakafkan (wakif) meninggal dunia.
  2. Bermanfaat untuk jangka panjang.
  3. Bersifat sukarela dan produktif untuk kepentingan masyarakat.
  4. Nilai ekonomi yang tidak berkurang dan dikembangkan secara prinsip syariah.



Terima kasih




Read More